1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (179 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 26 August, 2010 - 8:00 PM

Kejawen dan Tradisi JAWA

Kejawen selalu diidentikkan dengan seni budaya, ritual, dan juga tradisi Jawa, yang telah mengakar di Indonesia. Seperti seni budaya wayang sangat kental dengan unsur Jawa. Selain itu juga ada beberapa ritual seperti ruwatan, dan suran. Tradisi-tradisi seperti slametan, dan bersih desa juga ada hingga sekarang.

Hal-hal semacam itu ada, bukan bertujuan untuk menyesatkan manusia. Namun bertujuan agar manusia bisa selaras dengan alam. Selaras dengan masyarakat dan bersyukur dari apa yang telah Tuhan berikan. Beberapa hal seperti seni yang ada di Jawa bahkan digunakan sebagai metode dakwah oleh Wali Songo di masa lalu.

Kejawen juga memiliki beberapa hari yang dianggap sakral dan penting. Sama halnya hari besar dalam agama monotheis yang dianut hampir sebagian besar orang Jawa. Hari-hari itu meliputi Suran, Sepasaran, Mantenan, Mangkat, Unggahan (Puasa dan Syawal), dan Hari Raya Kupat. Karena di Jawa telah ada asimilasi dengan Islam, maka hari besar Idul Fitri, Idul Adha, dan Mauludan juga dimasukkan ke daftar hari penting.

Kejawen juga memiliki beberapa Kitab. Kitab ini bukanlah kitab suci seperti dimiliki agama samawi. Kitab ini berupa pedoman hidup, disajikan dengan cara unik dalam bentuk Kakawin, Babad, Serat, Suluk, Kidungan, dan Primbon.

Apakah ada hubungan antara Kejawen dan Klenik? Sebenarnya dalam ajaran Kejawen tidak ada yang namanya klenik, mistik, dan perdukunan. Memang dalam beberapa prosesi ada yang namanya keris, mantra, dan bunga. Namun hal itu hanya digunakan sebagai simbol saja. Selebihnya tidak ada.

Ilmu Kejawen dapat diterjemahkan sebagai ilmu yang terlahir dari budaya, tradisi dan filosofi masyarakat Jawa itu sendiri. Ilmu Kejawen umumnya dipelajari dengan merapal bacaan mantra dan melakukan ritual-ritual tertentu, seperti puasa dan tapa atau semedi. Puasa dan semedi merupakan dua hal yang sangat penting dalam proses peningkatan spiritual seseorang.

Hampir semua ajaran agama mengenal ritual puasa, meski dengan nama dan versi berbeda-beda. Puasa memang memiliki efek sangat baik bagi tubuh maupun pikiran. Dengan berpuasa seseorang dapat mengubah sistem molekul tubuh dan menaikkan vibrasi atau getarannya sehingga menjadi lebih sensitif terhadap energi dan kekuatan supranatural. Bahkan kemampuan indra ke enam dapat pula dibangkitkan dengan cara berpuasa, sebab semua energi negatif dalam tubuh akan terbuang dengan sendirinya seiring dengan puasa orang tersebut. Begitu tubuh telah dibersihkan dari energi negatif, maka secara otomatis akan menjadi lebih peka terhadap fenomena spiritual dan supranatural.

Tapa atau semedi adalah pemusatan batin dan seluruh hakekat kepada cita-cita tertentu. Kebanyakan orang cenderung menafsirkan makna semedi sebagai sebuah ritual yang mengharuskan pelakunya untuk tidak makan, tidak minum dan tidak tidur sambil melepaskan diri dari segala nafsu dan membebaskan tugas segala indera, atau yang disebut menyumbat sembilan lubang tubuh. Dalam aliran Kejawen, TAPA diyakini sebagai jalan mencapai Manunggaling Kawula lan Gusti atau penyatuan hamba dengan Tuhannya.

Manunggaling Kawula lan Gusti tidak berarti bahwa seorang hamba telah menyatu secara wujud dengan Tuhannya, tidak berarti bahwa seseorang yang telah mencapai Manunggaling Kawula lan Gusti adalah Tuhan. Dalam diri tiap-tiap manusia terdapat roh yang berasal dari Tuhan, sehingga kepada Tuhanlah semua makhluk akan kembali. Kembalinya manusia kepada Tuhan berarti menyatunya manusia tersebut dengan Tuhannya. Inilah yang dimaksud dengan Manunggaling Kawula lan Gusti.

Jadi, jika ada yang mengatakan Kejawen adalah sesuatu yang berbau klenik, dan dukun perlu diluruskan. Sejatinya ajaran ini hanya menekankan pada keselarasan hidup. Mematuhi aturan dan membuat manusia jadi makhluk yang sangat baik. Kejawen tidak mengajarkan ilmu hitam yang banyak digunakan untuk membuat orang lain jadi menderita. Ajaran Kejawen ini bukan untuk keburukan. Bahkan tidak untuk menjerumuskan manusia beragama ke jalan sesat. Kejawen justru mengajarkan keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, dan lingkungan sekitarnya.

Rahayu…
Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (179 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *