1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (183 votes, average: 4.98 out of 5)

Loading...

Published on: 28 August, 2010 - 3:00 AM

Ngelmu JAMASAN Kekuatan API

Mendengar kata JAMASAN, biasanya teringat pada satu tradisi di Keraton yaitu memandikan pusaka-pusaka pada bulan Suro. Kenapa pusaka harus dimandikan? Ritual Jamasan ini sebenarnya simbolisasi dari membersihkan jasad dengan menggunakan salah satu unsur alam yaitu air. Ada banyak unsur alam seperti air, angin, tanah, logam, kayu, dan api.

Umumnya untuk membersihkan sesuatu memerlukan air. Pusaka-pusaka itu dibuat dengan lelaku puasa, doa, dan wirid sambil menempa besi yang dipanaskan. Oleh sebab itu, pusaka perlu dijamasi agar senantiasa terjaga kesucian pusaka yang berisi doa, sehingga diharapkan tetap punya karomah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Maha Kuasa. Itulah hal inti ajaran dari para leluhur.

Dalam Jamasan, ada satu cara menggunakan media api, bertujuan untuk menarik kekuatan api. Jamasan menggunakan media api ini untuk membersihkan seluruh tubuh eterik, mulai rambut atau bulu, kulit, daging, darah, urat syaraf dan juga tulang sungsum dengan NIAT untuk memunculkan daya kesaktian, mengobati orang sakit atau niat-niat baik lainnya. Jadi, energi api dalam Jamasan digunakan untuk menumbuhkan daya linuwih, daya keberanian, membakar penyakit dan menghilangkan rasa sakit.

Leluhur kita dulu sudah menggunakan ritual Jamasan sejak jaman kerajaan, mulai era Singosari, Kediri, Majapahit, Mataram, dan seterusnya. Jamasan menggunakan media api ini adalah satu jenis bertapa yaitu “Tapa Geni“.

Selain tapa geni, ada beberapa jenis bertapa misalnya tapa air/tapa kungkum, tapa angin, tapa brata, dsb. Kesemuanya itu dimaksudkan agar manusia bisa mendapatkan daya kesaktian / daya linuwih dari Tuhan yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.

Setidaknya, dalam Jamasan dengan media api ini, ada tujuh tataran/patrap harus dijalani untuk mendapatkan ilmu jamasan, yang paling dasar adalah MENGHILANGKAN RASA TAKUT TERHADAP API MESKIPUN TAHU API ITU PANAS.

Berikut ini hal-hal yang dilakukan :

  • Tataran pertama membangunkan sedulur papat kelimo pancer.
  • Tataran kedua mengamalkan Carakawalik, mulai aksara Jawa HA sampai NGA, kemudian naik dari NGA sampai HA.
  • Tataran ketiga Ilmu Rajah Kalacakra sebagai pertanda hadirnya cahaya Guru Pribadi/Guru Sejati.
  • Tataran keempat disebut mendudukkan raja di dalam diri alias “Nglungguhke Ratu”. Siapa ratu dimaksud? Siapa lagi kalau bukan Tuhan Maha Kuasa di dalam diri kita.
  • Tataran kelima yaitu ilmu Caraka Kawedar, yaitu mewedar agar kita memahami hakekat aksara HA sampai NGA.
  • Tataran keenam disebut mendirikan Guru Sejati di alam kesejatian/alam kajaten.
  • Tataran ketujuh disebut ILMU PANGRACUTAN untuk mengetahui hidup sejati.

Terkait dengan tahapan paling dasar yaitu untuk membangkitkan keberanian dan kepasrahan kepada Tuhan Maha Kuasa, maka salah satu caranya adalah dengan menjilat BESI MEMBARA.

Persiapannya sebagai berikut :

  • Siapkan sebuah angko/kompor arang atau apa saja sebagai tempat pembakaran. Isilah dengan arang kayu lalu dibakar.
  • Siapkan pisau, keris atau semacamnya, yang tahan karat lebih baik, lalu pangganglah dalam tungku api tersebut. Tunggu hingga pisau berubah warna, hingga merah membara.

Untuk menambah keberanian dan kepercayaan diri baca mantra berikut ini (tidak wajib dibaca). Dibaca boleh/tidak dibaca tidak apa-apa, yang penting yakin bahwa yang memberikan kekuatan adalah Tuhan Maha Kuasa.

“ONO DZAT DAIM ONO PANGERAN IMAN ADEM ASREP KETIBAN IDUKU PUTIH KERSANING ALLAH. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH”

Tahan nafas lalu jilatlah pisau itu sebentar. Jika sudah mulai terbiasa bisa dilakukan berkali-kali, 3 sampai 7 kali jilatan. Tidak akan melepuhkan lidah, hanya terasa panas seperti minuman kopi panas.

Beberapa atraksi ilmu kanuragan biasanya melakukan pertunjukan jilat pisau/keris/tombak pusaka yang dibakar hingga membara. Atraksi seperti ini tak perlu memakai ilmu-ilmu ghaib. Ini adalah hal logis bahwa lidah kita memiliki daya tahan terhadap logam panas yang dijilatkan dengan cepat.

Bila sudah menguasai Ngelmu JAMASAN ini, akan mendapatkan daya kesaktian / daya linuwih dari Allah, Tuhan Maha Kuasa, dan bisa dimanfaatkan untuk membantu orang lain, misalnya mengobati orang sakit dengan teknik menjilat bara api lalu menyemburkannya ke orang sakit, dalam waktu singkat sembuh atas ijin Allah.

Demikian ulasan tentang Ngelmu Jamasan dengan media api.

Wallahu a’lam bish shawab.

Rahayu…
Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (183 votes, average: 4.98 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *