1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (161 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 28 September, 2010 - 2:00 PM

STRATEGI Kompetitif dan Praktik Manajemen SDM

Dear All,

Tulisan ini masih berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia, yang harus Anda ketahui sebagai bahan perencanaan Anda dalam merancang kemenangan perusahaan di kancah persaingan pasar bebas pada saat ini. Semoga bisa membantu Anda dalam mengelola sumber daya manusia di perusahaan Anda, dan mampu berkompetisi dalam persaingan bebas.

Untuk dapat bersaing lebih efektif dalam pasar yang saat ini sangat menuntut, sebuah perusahaan harus membuat strategi yang jelas, yang ditopang oleh praktik-praktik sumber daya manusia secara terkoordinasi. Jika perusahaan ingin mendapatkan keuntungan di pasar, mereka umumnya menggunakan tiga strategi kompetitif: penurunan biaya, perbaikan kualitas, dan inovasi.

Dan, ketiga strategi tersebut akan menjadi paling efektif jika dikoordinasikan secara sistematis dengan praktik-praktik manajemen sumber daya manusia. Penting dipahami, bahwa strategi kompetitif yang berbeda, memerlukan ketrampilan dan perilaku yang berbeda pula dari pegawai.

Praktik-praktik sumber daya manusia ini meliputi: perencanaan personalia, penempatan staf, penilaian, kompensasi, pelatihan dan pengembangan, serta hubungan perburuhan. Dalam hal ini, perusahaan dapat memperbaiki lingkungan untuk keberhasilan dalam memilih praktik-praktik sumber daya manusia yang konsisten, dengan didukung oleh strategi kompetitif yang dipilih.

Untuk mendapatkan keuntungan yang kompetitif atas para pesaingnya, maka perusahaan harus membuat pilihan-pilihan strategi, yang mana setiap pilihan strategi itu mempunyai implikasi luas bagi praktik-praktik sumber daya manusia.

Para pegawai tentu memperlihatkan beragam sifat yang berhubungan dengan pekerjaan. Pada umumnya mereka ini tidak bersifat alami, tetapi mengikuti suatu rangkaian. Strategi yang dijalankan perusahaan harus menanamkan dan mengundang sifat-sifat para pegawai, yang paling mendukung strategi tersebut. Hal tersebut bisa saya coba jelaskan seperti berikut ini:

  • Strategi penurunan biaya. Ini suatu upaya untuk berada dalam posisi atas, dengan menjadi industri penghasil yang berbiaya paling rendah. Produktivitas adalah sasaran utama, dengan pengendalian ketat, pembatasan biaya tambahan (overhead), serta penghematan di segala bidang. Perusahaan dengan strategi penurunan biaya ini, memerlukan pegawai dengan perilaku yang secara relatif berulang-ulang dan dapat diduga. Pegawai harus memusatkan perhatiannya pada hasil-hasil jangka pendek, dan mereka harus bekerja secara otonomi. Berkaitan dengan ini, maka pertama kali pegawai harus fokus pada kuantitas, baru kemudian fokus ke kualitas. Mereka ini tidak boleh berani ambil resiko, dan harus segan mencari tanggung jawab besar. Mereka juga harus tertarik pada stabilitas kerja, dan tidak tertarik pada perubahan. Oleh karena itu, kriteria jabatan dan jenjang karier harus terfokus secara sempit!
  • Strategi perbaikan kualitas. Ini akan membantu perusahaan: 1) membentuk reputasi karena keandalan dan kualitas; 2) memperbaiki efisiensi kerjanya. Perusahaan harus mendapatkan komitmen dari para pegawai untuk terus menerus meningkatkan kualitas. Kualitas menjadi lebih penting dibandingkan dengan kuantitas. Untuk mencapai kualitas, para pegawai harus sangat menyadari proses, bagaimana perusahaan membuat produk atau jasa itu. Pegawai harus cukup tertarik untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, dan fokus pada hasil jangka menengah, yaitu ketika kualitas mulai mendatangkan hasil!
  • Strategi inovasi. Ini dirancang untuk membedakan produk atau jasa perusahaan dari produk atau jasa pesaingnya. Keharusan dari strategi ini adalah untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang unik! Kondisi yang menimbulkan kreativitas dan inovasi harus diciptakan, baik secara formal melalui kebijakan perusahaan maupun secara informal. Pegawai harus diberi lebih banyak keleluasaan untuk bekerja sendiri, melakukan eksperimen. Dalam hal ini, kegagalan harus diizinkan, dan sekali waktu dihargai. Pengendalian perusahaan dalam hal ini harus fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan dengan strategi inovasi ini perlu pegawai yang sangat kreatif dan fleksibel terhadap perubahan serta hal-hal yang tidak dapat diduga. Pegawai juga harus cukup memperhatikan kualitas dan kuantitas produksi. Fokus harus sama antara proses menghasilkan produk atau jasa dan pencapaian hasil. Pegawai harus memiliki fokus jangka panjang, karena hasil inovasi seringkali tidak segera terlihat langsung.


Semoga menambah persepsi Anda dalam mengelola perusahaan, untuk meraih sasaran-sasaran yang sudah dicanangkan.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (161 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *