1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (76 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 18 November, 2010 - 8:00 PM

Manfaat Kekuatan REFLEKSI Diri

Boleh dikatakan bahwa semua orang tahu apa arti refleksi diri sebagai sebuah konsep.

Tetapi apakah mereka memahami pentingnya hal itu? Apakah mereka tahu cara merefleksikan diri? Saya menduga bahwa kebanyakan orang tidak memiliki jawaban yang jelas untuk dua pertanyaan terakhir tersebut.

Tujuan saya menulis ini adalah membantu Anda mulai menjawab pertanyaan tersebut. JAWABAN, akan bervariasi di antara masing-masing orang, jadi bagian ini bukan tentang memberikan semua solusi yang mungkin. Saya malah memutuskan untuk membagikan pengalaman pribadi saya, dengan harapan hal itu dapat meyakinkan Anda untuk setidaknya mencoba memberikan perhatian penuh Anda.

Mengapa Saya Perlu Merefleksikan Diri?

Kita memiliki banyak pikiran, perasaan, dan emosi setiap hari, untuk dapat dipilah-pilah di benak kita. Refleksi Diri adalah jalan keluar untuk mengorganisasikannya. Ini memungkinkan Anda untuk memahami, menggali lebih dalam, dan pada akhirnya membuat perubahan positif dan bernilai tambah, pada cara Anda menjalani hidup.

Saya ingin menjelaskan bagaimana saya mendefinisikan Refleksi Diri. Siapa pun bisa sadar dan menyaadari pikiran, emosi, dan perasaannya, namun ini saja bukan refleksi diri. Refleksi Diri adalah proses luas, di mana Anda tidak hanya menyadari pikiran, emosi, dan perasaan Anda, tetapi Anda juga dapat mengambil tindakan korektif untuk menghilangkan pengaruh negatif, jujur pada diri sendiri, dan mendapatkan kembali kendali atas apa yang telah Anda lepaskan dari genggaman Anda.

Sebagai manusia, kita mengalami banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan. Mungkin kondisi situasi ekonomi kita saat ini, dapat menunjukkan hal itu dengan jelas. Melalui Refleksi Diri, Anda dapat dengan tepat memilah apa yang ada dan tidak ada dalam kendali Anda. Mungkin itulah aspek refleksi diri yang paling bermanfaat, yang sering dilupakan.

Refleksi Diri memungkinkan kita untuk berdamai dengan apa yang tidak dapat kita kendalikan, dan jujur pada diri sendiri tentang apa yang kita bisa kendalikan. Refleksi Diri yang tepat, akan mengarah pada koreksi diri.

Saya telah menggunakan refleksi diri dalam hidup saya untuk mengelola stres dan kecemasan saya, karena saya selalu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat saya kendalikan. Melalui refleksi diri, saya bisa menerima kenyataan dengan tidak memiliki kendali penuh, mengangkat beban berat dari bahu saya. Refleksi diri juga memungkinkan saya untuk melihat, bahwa saya tidak seburuk yang saya rasakan.

Misalnya, saya sering menghadapi depresi selama perjalanan kewirausahaan saya. Dan salah satu penyebab terbesar depresi saya adalah kemarahan saya pada diri saya sendiri, karena merasa atau berpikir dengan cara tertentu. Jika saya gugup untuk berbicara di depan orang, saya akan marah pada diri saya sendiri karena merasa seperti ini. Semakin saya merenungkan subjek ini, semakin saya mampu menyadari bahwa tidak apa-apa untuk merasa gugup.

Meskipun saya mungkin tidak dapat mengontrol perasaan yang muncul ini, saya dapat mengontrol cara saya menanganinya, cara saya merespons. Dengan kata lain, refleksi diri memungkinkan saya untuk mendapatkan kembali KENDALI dalam hidup saya, di mana saya membutuhkannya.

Refleksi diri memerlukan bertanya pada diri sendiri tentang nilai-nilai Anda, menilai kekuatan dan kegagalan Anda, memikirkan tentang persepsi dan interaksi Anda dengan orang lain, dan membayangkan ke mana Anda ingin menjalani hidup di masa depan.

Bagaimana Saya Mencerminkan Diri Sendiri?

Saya ingin membantu Anda memulai perjalanan refleksi diri Anda, ada banyak cara untuk mendekatinya. Namun, saya pikir yang terbaik adalah memberi tahu Anda, apa yang berhasil untuk saya. Pada akhirnya, terserah Anda tentang “bagaimana” Anda merefleksikan diri. Saya hanya ingin, semoga berbagi pengalaman saya akan membantu Anda mengetahuinya.

MENULIS adalah metode yang lebih saya gunakan. Saya menemukan bahwa menulis itu serbaguna, terutama dalam hal refleksi diri. Struktur dan tujuan dapat disesuaikan berdasarkan tujuan Anda. Ini juga cara yang bagus untuk menjernihkan pikiran. Menulis, memungkinkan saya untuk memahami pikiran dan emosi saya, lebih dari apa pun. Tapi apa yang saya maksud dengan “MENULIS“?

Di bawah ini saya coba menguraikan pendekatan saya terhadap penulisan refleksi diri:

MELEPAS KEBUNTUAN IDE – Ketika saya tersesat atau tidak tahu di mana pikiran saya berada, saya mulai mengetik apa yang saya rasakan atau pikirkan. Saya mungkin kesulitan menemukan ritme sejak awal, tetapi saat saya lanjutkan, saya selalu menemukan arah di sepanjang jalan.

MENULIS JURNAL – Teknik lain adalah menulis tentang hari Anda. Fokus terutama pada pasang surut hari-hari Anda. Mengapa momen itu tinggi atau rendah? Apa yang Anda rasakan? Apa yang Anda lakukan? Bagaimana situasinya? Dan seterusnya. Inilah cara saya memulai perjalanan refleksi diri saya, dan hal itu menuntun pada banyak kesadaran tentang perilaku merusak diri yang saya lakukan.

BERSIKAP SPESIFIK – Saya berbicara sebelumnya tentang stres dan kecemasan yang saya hadapi. Begitu saya mengidentifikasi ini sebagai area masalah, saya mulai menulis tentang kondisi itu terus-menerus. Kapan saya merasa stres atau cemas? Bagaimana saya bereaksi terhadap perasaan ini? Apa yang dapat saya lakukan secara berbeda? Dan seterusnya.

Itulah cara saya mulai menemukan kesuksesan. Begitu saya mengetahui area di mana saya menyebabkan kerusakan pada diri saya sendiri, saya mulai menganalisisnya sampai ke intinya. Ini sangat penting, karena Anda tidak dapat mulai memperbaiki sesuatu, jika Anda tidak mengetahui jangkauan penuhnya.

AJUKAN PERTANYAAN BESAR – Kita semua pernah memiliki pertanyaan besar dalam hidup kita, tetapi sangat jarang kita memberikan jawaban atas hal itu. Saya baru-baru ini menemukan diri saya dalam posisi yang penuh dengan kebingungan, ketika saya tiba-tiba kehilangan kontrak dengan perusahaan, yang dengan seenaknya membatalkan kontrak secara sepihak. Saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan selanjutnya, tetapi saya menyadari bahwa saya tidak pernah benar-benar mencoba menjawab pertanyaan itu. Jadi, saya mulai menggunakan tulisan saya untuk mencoba menjawab pertanyaan besar seperti “Apa yang harus saya lakukan?” dan “Apa yang saya inginkan dalam hidup?”

Tanpa refleksi diri, kita akan pergi begitu saja, menciptakan lebih banyak konsekuensi yang tidak diinginkan, dan gagal mencapai sesuatu yang berguna.

Dengan mencurahkan waktu dan upaya nyata untuk pertanyaan besar ini, saya bisa mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang apa yang berarti bagi saya dan apa yang saya inginkan. Saya sekarang sedang berusaha mengambil langkah-langkah untuk membawa saya ke titik itu. Tidak semuanya dapat dijawab atau memiliki jawaban sederhana, tetapi tetap penting untuk dicoba. Anda akan terkejut dengan hasilnya.

Hal terbesar yang harus diperhatikan, refleksi diri membutuhkan waktu dan usaha yang sungguh-sungguh. Mengubah pola pikir dan pendekatan hidup Anda secara permanen, bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Itu membutuhkan dedikasi dan kemauan, untuk jujur pada diri sendiri. Jika Anda berdedikasi pada prosesnya, kejujuran juga akan tumbuh secara alami, namun Anda harus memiliki pikiran terbuka saat memulai perjalanan ini.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (76 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *