1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (208 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 02 October, 2014 - 5:00 PM

6 Aturan Paradoks Sukses Kewirausahaan

Sebagian besar pengusaha memahami pentingnya pertumbuhan pribadi dan mengkonsumsi buku, ceramah, dan konferensi dalam jumlah yang banyak. Mereka mencari saran dari pengusaha sukses dan berupaya menerapkannya pada bisnis mereka.

Yang sering tidak terungkap adalah tidak pernah ada cara yang “benar” untuk membangun bisnis sukses. Kapan kerja keras menjadi kerja terlalu keras? Kapan bersikap tegas tentang batasan menjadi terlalu kaku aturan? Kewirausahaan bukan hanya tentang mengikuti nasihat yang benar, tetapi juga tentang keseimbangan dan penyesuaian pribadi.

Berikut adalah 6 Aturan Paradoks Sukses Kewirausahaan, yang harus diketahui oleh setiap pengusaha:

1. Berjuang untuk keunggulan, namun hindari perfeksionisme.

Keunggulan adalah melakukan terbaik yang Anda bisa, dengan apa pun yang Anda miliki, pada suatu titik waktu tertentu. Memiliki semangat keunggulan adalah kuncinya.

Namun penting dicatat, jangan salah paham dengan perfeksionisme. Perfeksionisme akan memperlambat bisnis, membuang waktu dan uang yang berharga. Dalam strategi pemasaran, ada pemikiran populer, membuang produk yang tidak begitu diminati ke pasar, sehingga Anda tidak menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja pada produk yang tidak banyak terjual. Perbedaan antara perfeksionisme dan keunggulan memang tipis, yang akan memengaruhi produktivitas Anda.

Berikut adalah perbedaan utama antara keunggulan dan perfeksionisme:

+ Tenang vs Ketakutan:
Keunggulan adalah melakukan terbaik dengan semangat yang tenang dan optimis. Perfeksionisme berfungsi dari premis ketakutan. Pengusaha perfeksionis cenderung mempertanyakan setiap langkah mereka, dan menderita kelumpuhan analisis yang parah.

+ Spontanitas vs Kontrol:
Keunggulan memungkinkan ruang untuk spontanitas (selalu bertanya: mengapa tidak?) Menghitung pengambilan risiko. Perfeksionisme hanya menghasilkan kebutuhan akan kontrol.

+ Keyakinan vs Keraguan:
Perilaku yang didorong oleh motivasi keunggulan, akan menghasilkan rasa percaya diri. Sementara itu, perilaku perfeksionis melahirkan keraguan diri.

2. Bersyukurlah, dan jangan putus asa.

Bersyukur itu meningkatkan suasana hati, dan membuat Anda bahagia. Banyak penelitian bahwa mengungkapkan rasa terima kasih adalah salah satu cara paling sederhana bagi seseorang untuk merasa lebih baik.

Yang penting, ketika berhadapan dengan klien, pemasok, dan pemangku kepentingan utama lainnya di perusahaan Anda, buat upaya ekstra untuk berterima kasih kepada orang-orang dan mengungkapkan betapa Anda sangat menghargai mereka. Ini menumbuhkan rasa syukur, niat baik dan membuka jalan bagi lebih banyak peluang untuk menghampiri Anda.

Anda pun jangan memaksa diri dan menjadi putus asa dalam pengharapan Anda atas peluang apa pun. Sikap syukur akan menerima bahwa peluang yang baik akan tiba seiring waktu. Keputusasaan merusak kepercayaan diri Anda, saat Anda mulai mempertanyakan nilai diri Anda. Ketahuilah nilai Anda, dan berdirilah tegak.

Nasihat bijak ini, penting untuk direnungkan; “Memilih untuk menjadi positif dan memiliki sikap bersyukur akan menentukan bagaimana Anda akan menjalani hidup Anda.” Allah berfirman; “Barangsiapa yang bersyukur, maka akan AKU tambahkan NikmatKU, dan barangsiapa yang mengingkari, maka SiksaKU amatlah pedih.”

3. Menjadi lapar, tetapi tidak kelaparan.

Pengusaha adalah pemimpi yang ambisius, semakin lapar Anda, semakin banyak upaya yang Anda lakukan, dan semakin banyak hasil yang akan Anda dapatkan. Sebagian besar pengusaha sukses memiliki ketidakpuasan yang sehat, secara konsisten mendorong mereka ke arah tujuan yang lebih besar dan lebih baik.

Tetap berhati-hatilah, ketika Anda selalu merasa tidak puas sampai sejauh ini, cobalah mengambil tindakan cerdas, tetapi tidak sampai panik tentang hal itu. Berada dalam kepanikan, akan memicu mekanisme bertahan hidup tubuh Anda; ini dapat membuat Anda berhenti berpikir dan bertindak secara tidak rasional. Membuat keputusan yang terburu-buru seringkali bukan keputusan yang bijak. Pengusaha paling rentan untuk membuat keputusan terburu-buru ketika uang hampir habis. Jika Anda terjebak dalam kepanikan, luangkan waktu ekstra untuk jedasejenak, dan pikirkan keputusan secara rasional.

4. Menuntut kemajuan cepat, tapi bersabarlah.

Jadikan kecepatan sebagai kebiasaan. Jika Anda tidak tumbuh lebih cepat dari pesaing Anda, Anda kalah. Ini sangat relevan di pasar kompetitif, di mana kesuksesan tergantung pada kecepatan adaptasi terhadap tren bisnis, atau pada terobosan baru yang menghasilkan inovasi.

Kegigihan dan kemampuan untuk menyelesaikan setiap proyek sampai selesai juga penting. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan. Tetapkan program untuk bergerak cepat, tetapi juga memiliki pandangan jauh ke depan untuk bertahan cukup lama, sehingga Anda dapat melihat hasil dari upaya Anda.

5. Bekerja keras untuk tujuan, tetapi tidak terikat pada hasilnya.

Ketika Anda terlalu terikat pada hasil dari suatu tujuan, Anda mulai mengasosiasikan harga diri pribadi Anda dengan hasil dari proyek atau bisnis tertentu. Misalnya, tujuan dari penjualan Anda harus tentang menghubungkan dan mendengarkan klien potensial Anda, sehingga Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka. Namun, jika Anda terlalu sibuk dengan upaya untuk melakukan penjualan, kemungkinan orang justru merasakan terputusnya hubungan empati dengan Anda, dan ini akan memengaruhi tingkat konversi Anda.

Tidak terikat pada hasil bisnis, tidak berarti Anda bersikap apatis terhadapnya. Anda masih perlu bekerja keras dan haus akan kesuksesan. Anda tetap ingin bekerja ke arah tujuan yang bermakna, tetapi Anda secara mental, dapat pulih dengan cepat jika Anda tidak berhasil mencapainya.

6. Kembangkan bisnis Anda, tetapi jangan egois.

Kolaborasi dan usaha patungan dengan bisnis lain akan mengembangkan bisnis Anda dengan cepat. Pengusaha pasti menginginkan kolaborasi yang sehat, bukan kolaborasi beracun. Pengusaha sukses dapat secara efektif menyeimbangkan kebutuhan mereka sendiri dan kebutuhan bisnis lain, menciptakan situasi yang saling menguntungkan.

Bekerja dengan bisnis lain dapat merusak bisnis Anda, jika Anda membiarkan orang lain menguasai Anda. Tetapkan batas yang tegas dan patuhi. Namun, Anda tidak boleh terlalu fokus pada diri sendiri dan gagal menambah nilai pada orang lain. Ketika Anda menyakiti orang lain dalam proses mencapai tujuan Anda, itu memberi Anda reputasi buruk, dan akan memengaruhi bisnis Anda dalam jangka panjang.

Cobalah Anda memahami 6 aturan paradoks sukses kewirausahaan tersebut di atas, dan mulailah meraih sukses bisnis Anda sendiri.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (208 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *