1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (158 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 25 August, 2016 - 10:00 PM

Cara Pengusaha Kelola Stres dan Cemas

Stres dan Kecemasan adalah faktor utama dalam kehidupan kita dan dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Namun, sebelum membiarkan diri Anda mencapai kelelahan, penting untuk memahami dari mana stres Anda berasal sehingga Anda bisa mengatasinya.

Salah satu keterampilan paling penting wirausaha untuk dikembangkan adalah mengelola stres. Menjadi seorang pengusaha telah memaksa saya untuk menemukan strategi mengelola reaksi-reaksi stres ini, sehingga saya dapat tetap produktif dan efektif di perusahaan saya.

Apakah Anda juga mengalami cenderung stres, Anda perlu mengadopsi beberapa strategi jika Anda serius dengan kesuksesan bisnis Anda sendiri.

Kemampuan untuk mengelola stres adalah apa yang membedakan pengusaha sukses dari yang tidak terlalu sukses.

Inilah beberapa cara favorit saya.

Olahraga

Saya bekerja rata-rata 10 hingga 12 jam sehari, jadi saya mencoba memulai hari saya dengan berolahraga. Saya lebih bahagia, dan lebih tenang sepanjang hari, ketika saya berolahraga. Saya punya beberapa pilihan olahraga, sejak remaja saya suka pencak silat, lari pagi, dan aerobik. Tetapi jika Anda tidak memiliki pilihan itu, Anda masih dapat menemukan sesuatu yang menjauhkan Anda dari komputer dan kerjaan Anda, jika hanya 10 menit, misalnya, berjalan-jalan saat rehat makan siang.

Anda akan menjauh dari sumber stres Anda, sementara itu juga mendapatkan manfaat dari olahraga ringan dengan aktifnya hormon endorfin.

Pisahkan pekerjaan Anda dan tidur Anda.

Saya kadang bekerja lembur, seperti yang dilakukan banyak pengusaha. Tetapi saya menemukan bahwa semakin dekat saya bekerja dengan waktu tidur, semakin saya memikirkan masalah pekerjaan ketika saya mencoba untuk tidur.

Untuk membantu memisahkan zona kerja saya dari zona tidur, saya melihat terapis tidur yang membantu saya membuat rute malam hari. Sekarang, saya memastikan bahwa, satu jam sebelum tidur, saya berhenti bekerja dan mematikan semua perangkat saya. Sebelum tidur, saya juga melakukan meditasi pernafasan, karena melakukannya selama waktu itu akan memastikan saya bersiap untuk hari berikutnya.

Bongkar daftar tugas Anda.

Beberapa waktu lalu, saya mulai membuat daftar semua hal yang saya lakukan. Kemudian, saya melihat siapa lagi yang bisa melakukan hal-hal selain saya. Itu membuat saya melakukan hal-hal berikut ini:

Mempekerjakan administrasi keuangan untuk mendata dan membuat laporan, semua hal yang berhubungan dengan pembayaran terkait bisnis.

Mempekerjakan orang pemasaran untuk mengambil alih beberapa tugas pemasaran saya.

Kurangi jumlah keterlibatan berbicara, hingga total empat sampai lima jam dalam periode waktu yang sama.

Gunakan dan pilih penjadwalan kalender perusahaan, sehingga tidak sampai bolak-balik melakukan hal-hal yang tidak perlu. Inilah pentingnya untuk membuat skala prioritas.

Sangat mudah untuk terjebak dalam melakukan banyak hal karena kelihatannya itu semua harus dilakukan. Tapi penjadwalan tsb akan melindungi waktu Anda dan menyelesaikan masalah produktivitas untuk jangka panjang.

Sisihkan hari “sigap semuanya”.

Salah satu hal terbesar yang membantu saya mengelola stres adalah cara saya menggunakan hari Ahad. Sepanjang waktu hari kerja, di sepanjang minggu, segalanya terus menumpuk dan daftar tugas saya semakin tampak membebani.

Pada hari Ahad, saya akan bangun pagi dan menghabiskan tiga hingga empat jam di pagi hari untuk mengerjakan semua tugas dengan prioritas rendah. Dengan mengosongkan daftar ini dan mempersiapkan diri untuk minggu depan, saya dapat memulai minggu berikutnya dengan benar-benar segar. Itu juga membantu saya bersantai pada hari Sabtu, karena saya tahu saya akan menyingkirkan semua hal kecil yang harus saya lakukan pada hari Ahad.

Bangun sistem berdasarkan kekuatan Anda.

Cari tahu apa yang membuat Anda tergerak. Beberapa orang dapat memiliki kotak masuk yang penuh dengan, misalnya, lebih dari 5.000 email yang belum dibaca. Bagi saya, setiap kali saya memiliki kotak masuk dengan lebih dari dua digit jumlah pesan yang belum dibaca, saya akan sangat stres.

Itu sebabnya jika saya tahu saya tidak perlu membahas sesuatu, saya akan abaikan saja, dan saya akan bisa menanganinya pada hari Ahad. Atau, saya akan mengubah email saya menjadi item yang harus dilakukan dengan tanggal di atasnya. Dengan begitu, setiap email memiliki tindakan terjadwal, dan itu tidak lagi menyebabkan saya stres.

Temukan orang-orangmu.

Bergabunglah dengan sekelompok pengusaha. Saya bergabung dengan Organisasi Pengusaha, dan saya sering menjadi tuan rumah pertemuan rutin untuk pemasar, eksekutif pemula, dan lainnya. Dua bulan atau tiga bulan sekali, kami akan melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti olahraga bersama atau nonton bareng, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Kami tidak berbicara tentang bisnis sepanjang waktu – ini lebih tentang mengumpulkan sekelompok orang yang mengerti dan dapat berhubungan dengan apa yang sedang Anda alami.

Berlibur.

Anda masih ingat kata Berlibur? Hahaha… Jika Anda lupa, sekarang ini saya ingatkan. Dan saatnya Anda merancang liburan Anda sendiri.

Sebagai wirausaha, Anda bekerja sama kerasnya, bahkan lebih keras dari karyawan Anda. Jika Anda ingin berlibur, Anda tidak perlu melakukan semua pemesanan dan merencanakan sendiri. Ribuan perusahaan, akan menawarkan perencana liburan, yang akan menghubungi Anda kapan saja untuk membantu Anda merencanakan perjalanan dan memberi Anda tawaran bagus untuk tiket pesawat dan hotel. Anda tidak perlu tersangkut banyak kerumitan dari perencanaan liburan Anda.

Hal-hal di atas tersebut dapat benar-benar membantu menyelesaikan stres dan kecemasan saya sebagai pengusaha. Mungkin Anda dapat terinspirasi untuk melakukan hal sebagaimana yang saya lakukan, tentu saja yang sesuai dengan dunia Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (158 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *