1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (146 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 25 September, 2016 - 8:00 PM

Tantangan dan Berkembang Bersama Risiko Bisnis

Ketakutan akan kegagalan dapat memengaruhi pengusaha yang ingin memulai bisnis mereka sendiri. Tetapi bayangkan apa yang mungkin terjadi, jika kegagalan dapat dihindari sepenuhnya. Lebih jauh, bayangkan apa yang mungkin terjadi, jika kegagalan tidak menghalangi siapa pun.

Saya menghabiskan beberapa dekade, bergerak dari satu peran ke peran lain. Jalan ini tentu saja memberi saya pandangan yang jauh lebih luas tentang bisnis, dan pengalaman itu sangat berharga bagi perkembangan saya sebagai seorang pebisnis. Tapi itu tidak mudah. Sampai hari ini, saya selalu siap untuk mendengarkan, mengamati, dan belajar, karena saya sudah habiskan waktu untuk menavigasi ketidakpastian dan kesalahan pada masa-masa awal itu.

Menerima risiko sebagai bagian dari kewirausahaan membutuhkan waktu. Bahkan sekarang, sulit untuk menghadapi ambiguitas. Tetapi menerima risiko sebagai bagian yang tak terhindarkan dari memulai bisnis adalah kunci kesuksesan Anda sebagai seorang pengusaha. Semuanya ada di dalam cara Anda membingkai tantangan dan belajar untuk memaksimalkan peluang kesuksesan Anda.

Berikut adalah tiga langkah untuk bergerak maju sambil memperhitungkan faktor risiko:

1. Ketahuilah bahwa ketidakpastian berbeda dari risiko.

Orang sering salah mengartikan ketidakpastian sebagai risiko. Sementara kedua istilah ini berhubungan dengan “tidak dikenal,” ada setidaknya satu karakteristik yang membuat risiko jauh berbeda: Itu dapat dikuantifikasi.

Anda tidak membangun bisnis dengan mengetahui bahwa Anda memiliki peluang sukses 90 persen; alih-alih, Anda masuk ke dalam usaha mengetahui bahwa akan ada ketidakpastian. Kketidakpastian tidak dapat diukur, dan tidak rentan terhadap pengukuran.

Karena wirausaha sering berkembang dalam kondisi yang tidak pasti, di mana peluang untuk sukses mungkin tidak jelas tetapi bukan tidak mungkin, ketidakpastian dapat menjadi pendorong, bukan hambatan.

2. Persiapkan dengan saksama.

Meskipun lebih dari 50 persen, bisnis kecil gagal dalam lima tahun pertama, pengusaha memiliki kemampuan untuk mempersiapkan diri terhadap risiko yang mungkin menghadang mereka.

Hitung bagaimana risiko dapat memengaruhi Anda dengan melakukan riset pasar, melacak tren bisnis, dan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang industri yang Anda masuki.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko Anda melalui pembelajaran dan persiapan menyeluruh. Dengan begitu, Anda dapat membuat keputusan berdasarkan informasi dan hanya mengambil peluang yang dipikirkan dengan matang, tanpa membiarkan rasa takut mengendalikan tindakan Anda.

3. Merangkul risiko.

Karena risiko tidak dapat dihindari, Anda memiliki dua pilihan: Hindari atau Rangkullah. Saya tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya memilih yang terakhir; kemampuan Anda untuk merangkul apa pun yang menghadang Anda, akan membuat perjalanan wirausaha Anda tidak terlalu menakutkan. Saya bahkan akan mengatakan bahwa itu harus menjadi bagian dari strategi bisnis Anda.

Kegagalan selalu bisa mengajarkan Anda sesuatu yang berharga. Selama Anda mau belajar, Anda tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi.

Jika Anda benar-benar memiliki semangat kewirausahaan dan impian memulai bisnis Anda sendiri, potensi kegagalan tidak akan pernah membuat Anda tidak mengejar gairah hidup Anda.

Risiko mungkin memberi Anda waktu jeda, tetapi potensi penyesalan karena tidak mau mengambil risiko adalah hal yang membuat Anda terus maju. Jangan berhenti memimpikan ide untuk usaha Anda selanjutnya.

Percayalah! Suatu waktu akan datang bagi Anda, peluang dan kesempatan untuk diambil dan diluncurkan, menjadikan kesuksesan lebih dari sepadan harapan Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneut College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (146 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *