1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (172 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 01 November, 2016 - 9:31 PM

Cara Atur GAJI sebagai Pemilik Bisnis

Ketika Anda memulai bisnis Anda sendiri, pasti terpikir bagaimana Anda menggaji diri sendiri dari bisnis sendiri. Ini adalah keseimbangan yang rumit antara membayar diri Anda cukup dan menjaga arus kas untuk menumbuhkan bisnis Anda. Ketika Anda memulai kewirausahaan, menetapkan gaji Anda sebagai pemilik bisnis bisa menjadi sebuah tantangan.

Menjadi bos, terutama saat permulaan, pasti hadir serangkaian tantangan yang unik. Dari mencari tahu asuransi kesehatan, asuransi perusahaan, mengatur waktu untuk menetapkan berapa jam Anda akan menghabiskan waktu bekerja dan menetapkan gaji Anda, jumlah dan besarnya keputusan seakan tampak tak kan ada habisnya.

Berbeda dengan bekerja di perusahaan, dimana Anda bisa membahas kompensasi gaji sebagai calon karyawan sebelum dipekerjakan; maka menetapkan gaji Anda sebagai pemilik bisnis ini lebih rumit. Angka terakhir harus mencapai keseimbangan antara memiliki arus kas yang cukup untuk terus berinvestasi dalam operasi bisnis Anda, sementara juga bersikap adil kepada karyawan atau pun investor Anda.

Saat menetapkan kompensasi Anda sendiri, berikut adalah lima faktor yang perlu dipertimbangkan:

1. Tahu apa yang mampu Anda bayar sendiri

Setelah bisnis Anda menghasilkan keuntungan, Anda mungkin berpikir bahwa Anda harus mendapatkan bagian terbesar. Sebelum mengambil potongan, pertimbangkan bagaimana perusahaan Anda akan mengelola pengeluaran saat ini dan masa depan. Sangat penting untuk memasukkan gaji, pajak, biaya overhead, dan dana yang diperlukan untuk melakukan peningkatan dan berinvestasi dalam bisnis Anda. Pertumbuhan bisnis datang dengan biaya, tetapi itu penting untuk kesuksesan jangka panjang. Perusahaan akuntansi yang menyediakan layanan bisnis fraksional atau program perangkat lunak akuntansi dapat membantu menghitung gaji yang realistis setelah mengurangi biaya terkait bisnis.

2. Tentukan berapa nilai Anda

Jika Anda pernah bekerja di perusahaan, maka Anda terbiasa dengan cara kerjanya. Selama proses wawancara, uraian pekerjaan dan harapan gaji disiapkan untuk Anda. Anda dapat membuat proses serupa untuk diri Anda sebagai pemilik bisnis, untuk mengetahui kisaran kompensasi Anda.

Tuliskan tanggung jawab dan kualifikasi Anda, dengan mengingat berapa jam Anda akan bekerja setiap minggu, dan berapa banyak liburan yang akan Anda ambil. Pertimbangkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman Anda, dan teliti gaji apa yang dibayarkan oleh pemilik bisnis serupa. Jika informasi ini sulit untuk dikumpulkan, konsultan SDM akan dapat membantu Anda.

3. Berpartisipasi dalam daftar gaji

Pada awalnya, mungkin tampak pintar untuk membayar diri sendiri hanya ketika waktunya baik. Namun, mendapatkan gaji rutin akan memiliki keuntungan untuk bisnis Anda, dan membuat pajak gaji lebih mudah untuk dikelola dan dilacak. Membayar diri Anda secara tidak teratur, dalam jumlah yang besar, mungkin membunyikan alarm selama audit pajak, jadi lebih baik mendapatkan gaji yang lebih kecil secara teratur.

4. Tetapkan rencana tabungan dan investasi

Sangat penting untuk mengetahui cara mengelola bisnis Anda, dan mengurangi risiko yang dapat mengganggu operasi normal. Sebagai bagian dari rencana bisnis Anda, ramalkan, dan sertakan dana yang diperlukan untuk memacu pertumbuhan di masa depan. Tetapkan rencana tabungan, dan investasi yang terdefinisi dengan baik untuk memastikan bahwa Anda memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk menangani persyaratan bisnis di masa depan.

Menumbuhkan bisnis Anda dapat berarti memperkenalkan lini produk baru, membuka kantor baru, atau mempekerjakan lebih banyak karyawan. Sangat penting untuk merencanakan pertumbuhan sehingga Anda dapat mengalokasikan dana dengan tepat. Ketika Anda berinvestasi dalam pertumbuhan yang berkelanjutan, Anda meletakkan dasar untuk menerima gaji yang lebih besar di masa depan.

5. Lindungi bisnis Anda dan rencanakan ke depan

Sebagai pemilik bisnis, mata pencaharian Anda bergantung pada perusahaan yang terus beroperasi sehingga dapat menyediakan produk dan layanan yang menghasilkan keuntungan. Tetapi bagaimana jika bisnis Anda mengalami bencana kebakaran, misalnya, sehingga untuk sementara Anda tidak dapat melakukan penjualan? Maka Anda mungkin tidak dapat melakukan penggajian. Perlunya ikut program Asuransi akan dapat membantu melindungi Anda di saat-saat seperti ini, dengan menutupi kehilangan penghasilan akibat kebakaran atau bencana lainnya. Pastikan perusahaan Anda diasuransikan secara memadai, sehingga situasi sementara ini tidak sampai menyebabkan penutupan bisnis secara permanen.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (172 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *