1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (73 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 10 April, 2017 - 8:15 AM

Konsep MOTIVASI dalam Sosiologi

Kata “Motivasi” memiliki arti berbeda bagi orang yang berbeda, karena apa yang memotivasi Anda mungkin tidak cukup bagi saya dan sebaliknya.

Apa itu Motivasi?

Kata “Motivasi” berasal dari kata “Motive”, berarti kebutuhan manusia yang harus dipenuhi untuk mencapai kepuasan. Kebutuhan ini dapat diperoleh dari waktu ke waktu melalui elemen-elemen yang ada di sekitar manusia, seperti jenis budaya, gaya hidup, atau jenis lingkungan yang ada di sekitarnya.

Motivasi adalah konsep yang beraneka ragam, karena manusia itu sendiri beragam dan bervariasi. Secara umum, motivasi adalah perilaku berulang, sesuatu yang membantu kita terus maju. Itu adalah kekuatan pendorong yang dibangun di dalam diri kita untuk menghadapi tantangan.

Penelitian di berbagai bidang, termasuk bisnis, psikologi, dan sosiologi, telah mencoba menjelaskan konsep motivasi dalam kaitannya dengan perilaku manusia.

Apa itu Motivasi Sosial?

Motivasi sosial mengacu pada kebutuhan manusia untuk terhubung satu sama lain, dan keinginan mereka untuk dapat diterima oleh satu sama lain. Manusia tidak dimaksudkan untuk hidup sendiri, karena mereka seharusnya hidup berdampingan dengan orang lain. Kebutuhan untuk berinteraksi satu sama lain itulah yang menjadi dasar motivasi sosial.

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan konsep motivasi dalam sosiologi, dengan bantuan berbagai teori yang disajikan oleh psikolog dan sosiolog dunia, untuk memahami motivasi manusia dan sumbernya.

Saya ingin, apa pun profesi Anda, sebagai karyawan, manager, direktur, atau pun pengusaha, bisa memahami apa sebenarnya yang mendasari motivasi seseorang agar bisa bergairah menjalani kehidupannya dengan bahagia dan sejahtera.

Hirarki Kebutuhan Maslow

Menurut Abraham Maslow, motivasi seseorang bergantung pada tingkat kebutuhannya. Hierarki kebutuhannya ini mengambil bentuk Piramida, di mana anak tangga terbawah menjadi kebutuhan tingkat paling dasar, dan mereka terus bergerak ke atas.

Di bawah ini adalah Hierarki Kebutuhan yang disajikan oleh Maslow.

Kebutuhan Fisiologis: Ini adalah kebutuhan dasar kelangsungan hidup manusia, seperti makanan, air, dan tempat tinggal. Setelah kebutuhan ini terpenuhi, manusia melanjutkan ke tahap kedua, yang membawa kita ke tahap kedua dalam hierarki.

Keamanan: Kebutuhan manusia terpenting kedua adalah keamanan. Sudah menjadi sifat manusia untuk melindungi diri dari bahaya atau apapun yang mengancam mereka. Oleh karena itu, ketika manusia berada pada level kebutuhan ini, mereka dapat dimotivasi dengan memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarganya.

Kebutuhan Sosial: Ketika dua kebutuhan pertama terpenuhi, manusia mencari hubungan di mana mereka merasa seolah-olah berada di suatu tempat, dan mereka dicintai.

Harga Diri: Semua manusia memiliki harga diri dan martabat – mereka perlu dihormati dan diakui sebagai elemen penting yang berperan dalam motivasi manusia.

Aktualisasi Diri: Tingkat terakhir dari hierarki kebutuhan Maslow adalah aktualisasi diri. Ini merupakan kesempatan bagi manusia untuk berkembang dan belajar. Itu adalah tingkat tertinggi yang bisa dicapai manusia. Begitu manusia mencapai level ini, mereka hanya bisa dimotivasi oleh kerinduannya untuk belajar.

“Pertumbuhan harus dipilih lagi dan lagi; ketakutan harus diatasi lagi dan lagi.” – Abraham Maslow

Teori Kebutuhan McClelland

Teori kedua adalah Teori Kebutuhan McClelland. Teori ini didasarkan pada Tiga Pendorong Motivasi.

Prestasi

Menurut McClelland, rasa pencapaian membantu memotivasi orang untuk mencapai hal-hal yang lebih besar dalam hidup. Prestasi pada dasarnya adalah perasaan yang dirasakan manusia saat menyelesaikan tugas. Orang yang bertujuan untuk berprestasi, mencari tugas yang akan membantu mereka tumbuh secara pribadi, dan mereka menerima pengakuan yang semestinya, secepat mungkin.

Afiliasi

Sebagai manusia, kita semua mencari kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari suatu tempat, dan diterima secara sosial. Orang-orang yang mencari afiliasi, termotivasi ketika mereka diterima di masyarakat. Ini mendorong mereka untuk bekerja lebih keras dan mencapai lebih banyak. Orang-orang seperti itu, juga lebih bahagia ketika mereka berada dalam pertemuan sosial, dan mereka ingin menghindari konflik dengan orang lain.

Kekuasaan

Faktor pendorong ketiga adalah otoritas; beberapa dari kita dimotivasi oleh keinginan untuk berkuasa. Orang-orang yang menginginkan kekuasaan, terus-menerus mencari situasi, di mana mereka dapat menjalankan otoritas mereka. Mereka mencari situasi atau pekerjaan, di mana mereka akan berada dalam posisi otoritas, yang memotivasi mereka.

Contoh sederhana tentang kebersihan rumah; Beberapa orang termotivasi untuk menjaga kebersihan rumahnya, karena merasakan prestasi dalam menjaga kebersihan rumah. Di sisi lain, beberapa orang mungkin menjaga kebersihan, karena memungkinkan mereka berhubungan dengan teman dan teman sebaya. Sementara yang lain, memelihara rumah yang rapi dan bersih, sehingga mereka dapat mempertahankan kendali dan kekuasaan di antara rekan-rekan mereka.

Teori Motivasi Herzberg

Teori motivasi ini didasarkan pada dua faktor: Motivator dan Faktor Kebersihan. Kedua faktor tersebut merupakan motivator yang memotivasi orang untuk bekerja lebih keras.

Faktor Kebersihan

Faktor-faktor ini memastikan orang tidak merasa tidak puas. Mereka bukan bagian dari pekerjaan, tetapi mereka membuat pekerjaan itu disukai. Contohnya termasuk kondisi kerja dan kebersihan kantor. Apakah perusahaan mengikuti protokol keselamatan kerja? Apakah ada cukup pencahayaan di area tersebut? Apakah ada cukup ruang kebebasan di kantor, agar pekerja menjadi produktif?

Motivator

Ini adalah faktor yang membuat karyawan tetap termotivasi. Ini bisa berbeda untuk orang yang berbeda, seperti pencapaian, pengakuan, tanggung jawab, atau pertumbuhan pribadi.

Implikasi Motivasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Menerapkan ilmu motivasi dalam kehidupan sehari-hari, dapat membantu meningkatkan kinerja di tempat kerja bahkan di rumah kita. Ya, banyak faktor yang membantu orang mencapai kebahagiaan, tetapi motivasi adalah salah satu faktor terbesar.

Manusia yang termotivasi, lebih berorientasi pada hasil, dan memiliki tujuan hidup yang lebih jelas. Gaya hidup bahagia dan seimbang dapat dipertahankan melalui faktor motivasi ekstrinsik dan intrinsik dalam jumlah yang tepat, seperti yang dibahas dalam teori di atas.

Memang ada faktor motivasi yang berbeda untuk orang yang berbeda. Tidak peduli berapa banyak penjelasannya, akan selalu ada area tertentu yang belum tercakup, karena setiap manusia berbeda. Masih banyak penelitian yang sedang dilakukan tentang masalah ini, untuk memahami psikologi manusia secara mendalam.

Sebagai seorang pemimpin, penting untuk memastikan bahwa semua orang yang bekerja dalam tim termotivasi. Teori motivasi di atas memberikan wawasan tentang psikologi manusia; Manajer dan Pemimpin dapat menggunakan teori dan faktor motivasi ini, untuk memotivasi karyawan mereka sesuai dengan kepribadian mereka.

Nah Sahabat. Apa yang memotivasi Anda dalam menjalani kehidupan ini?

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (73 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *