1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (173 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 17 March, 2006 - 4:30 PM

BERSYUKUR Dulu, Baru MENGELUH

Dear All,

Berkaitan dengan aktivitas saya sebagai seorang Konsultan Keluarga Harmonis-Sejahtera, maka saya ingin bercerita, berbagi pengalaman kepada Anda berdasarkan berbagai kasus perseorangan maupun keluarga, yang pernah saya bantu untuk memperbaikinya. Kalau saya pikir kembali, memang aktivitas saya ini tergolong unik, menarik, dan seringkali membuat orang lain tercengang. Bagaimana tidak, lha wong saya ini seorang dokter hewan alumnus Universitas Airlangga, kok menjadi Konsultan Keluarga Harmonis-Sejahtera untuk Keluarga Manusia… bukan Keluarga Binatang lho ya … hehehe..


Yeah… itulah jalan hidup saya. Aktivitas saya terjun ke bidang pengembangan diri manusia ini, sebenarnya baru saya mulai sejak tahun 2000, ketika pada saat itu saya mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja dan Kewirausahaan SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College, sebuah sekolah bisnis di Surabaya. Disamping, tentu saja saya ya tetap menjalankan bisnis-bisnis saya lainnya. Kalau nggak gitu, bagaimana saya bisa membuka sekolah bisnis, yang di awal investasinya harus saya keluarkan nominal dua milyar rupiah, buat berbagai persiapan, riset, gedung, rekrutmen, dll.

Itupun unik, mengingat “background” pendidikan saya dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, yang nggak pernah diajarin bagaimana membuka sekolah bisnis. Oleh sebab itu, saya sangat jarang menuliskan gelar dokter hewan di samping nama saya, karena saya nggak ingin banyak orang bertanya-tanya dan kagum kepada saya, hehehe… sedikit narsis ya?

Ok, kembali ke topik utama yang ingin saya bagikan kepada Anda, yaitu mengenai kebiasaan sebagian besar dari kita ini, yang seringkali lebih senang MENGELUH daripada BERSYUKUR. Tidak peduli pangkat, jabatan, dan kekayaan, mereka yang pernah datang ke saya ini selalu mengeluhkan berbagai problem kehidupan, yang menimpa dirinya dan keluarganya.

Saya “sharing” ini bukan bermaksud membuka aib orang, dengan menceritakan keluhan-keluhan mereka. Tidak. Di sini saya bermaksud, siapa tahu ada diantara para pembaca tulisan saya ini, juga memiliki nuansa keluhan, kecemasan, dan hal-hal lainnya, yang jelas-jelas memang bisa dimasukkan ke dalam kategori gampang berkeluh-kesah.

MENGELUH, sebenarnya memang sifat alami manusia, sangat manusiawi, dan diperbolehkan … tidak ada larangan untuk mengeluh! Tetapi, seringkali diantara kita ini, sebagian besar TIDAK MAU BELAJAR dari pengalaman kesulitannya. Semua orang pasti punya masa lalu, ada yang baik dan ada yang buruk. Nah, masa lalu yang buruk ini semestinya jangan menjadi beban, tetapi jadikanlah itu suatu pengalaman dan pelajaran kehidupan.

Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, tentang sabda Nabi Muhammad SAW, yang sudah sejak awal memberikan nasihat, agar kita MENJAGA LIMA HAL, SEBELUM DATANG LIMA HAL lainnya, sebagai berikut:

  • Masa muda, sebelum datangnya masa tua.
  • Kesehatan, sebelum sakit.
  • Kekayaan, sebelum kekurangan.
  • Waktu luang, sebelum kesempitan.
  • Kehidupan, sebelum kematian.


Nah, sebagian dari kita ini, lebih sering dan selalu berteriak meminta pertolongan ALLAH, ketika diperlihatkan SEDIKIT SAJA KESUSAHAN yang sebenarnya telah mereka buat sendiri. Tetapi mereka ini biasanya dengan cepat kembali DURHAKA kepada ALLAH, jika keadaan mulai membaik!

Mereka yang mudah mengeluh ini saat sedang berada di dalam gelimang harta, kesuksesan, cenderung memejamkan matanya dari yang butuh bantuannya, bahkan bisa saja mereka menari-nari di atas penderitaan orang lain. Mudah sekali menghamburkan uang untuk berfoya-foya, bahkan berbuat maksiat! Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Saya kutipkan dari Al-Qur’an, surat Yunus ayat 12, sebagai berikut: “Dan, apabila kesusahan menimpa manusia, dia berdo’a kepada Kami, di waktu berbaring atau di waktu duduk atau di waktu berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan kesusahan itu daripadanya, dia berlalu seolah-olah tidak pernah berdo’a kepada Kami mengenai kesusahan yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik, apa yang mereka kerjakan.”

Anda simak ayat suci di atas, itu sebenarnya ALLAH menunjukkan kepada kita, bagaimana sebaiknya bersikap terhadap kehidupan, yang jelas-jelas milik ALLAH SWT ini. Oleh sebab itu, seharusnya kita semua menyadari bahwa memang semestinya dalam menjalani kehidupan ini, kita harus memiliki pedoman dan tuntunan hidup, yang akan mengarahkan dan membimbing hidup kita secara benar, sebagaimana keinginan ALLAH. Berbagai permasalahan hidup, kesulitan, ataupun kesusahan yang terjadi … bisa jadi itu disebabkan oleh kita sendiri, yang telah berjalan tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh ALLAH, seperti yang digariskan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kalau kita mau menggunakan pedoman dari ALLAH dan Rasul-NYA ini, maka semua hal, apa pun itu: keberkahan, keberlimpahan, atau pun kesusahan, kesulitan, penderitaan, dan berbagai permasalahan dalam kehidupan; maka semuanya kita kembalikan lagi kepada Sang Maha Segalanya, ALLAH SWT, Sang Pemilik Kehidupan ini.

Sehingga dengan demikian, kita menjadi sangat percaya, bahwa ALLAH pasti selalu berkehendak yang terbaik untuk hamba-hamba-NYA. ALLAH pasti selalu memudahkan, bukan mempersulit. Sehinga, apa pun yang terjadi … pasti untuk kebaikan kita sendiri. Di setiap kejadian, pasti selalu ada maksud baik dari ALLAH. Oleh sebab itu, apa pun yang terjadi, pasti patut untuk selalu disyukuri.

Satu sikap harus kita miliki adalah selalu berbaik sangka kepada ALLAH. ALLAH itu sebagaimana yang diprasangkakan oleh hamba-NYA. Renungkanlah kehidupan Anda, dan koreksilah dengan jujur. Kebanyakan dari kita, sangat jarang menggali penyebab kesulitan, kesusahan atau berbagai problem kehidupan dari dalam diri kita sendiri. Kebanyakan dari kita, lebih senang menyalahkan orang lain atau bahkan menyalahkan ALLAH. Astaghfirullaahal’adzim.

Nah, sedikit uraian pengalaman saya dalam memberikan wawasan kesadaran kepada para client, sahabat-sahabat, dan saudara-saudara yang pernah datang kepada saya, sebagaimana di atas ini, semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda yang membacanya.

Kita memang boleh saja mengeluh, tetapi adalah lebih baik lagi… SEBELUM MENGELUH, HENDAKNYA KITA BERSYUKUR TERLEBIH DULU. Rasakanlah dan terimalah dengan penuh syukur dan ikhlas, berbagai karunia Ilahi yang telah kita terima. Anda bisa hidup sampai sekarang ini saja sudah merupakan suatu karunia Ilahi yang tidak bisa diukur nilainya.

Jika Anda berdo’a memohon sesuatu kepada ALLAH SWT, sebaiknya bersyukurlah lebih dulu, berterima kasihlah terlebih dulu, pujilah terlebih dulu Dzat Yang Maha Dahsyat, ALLAH… baru kemudian Anda boleh mengeluhkan apa pun, dan meminta yang Anda inginkan agar ALLAH memberikan pertolongan-NYA kepada Anda. Inilah ETIKA BERDO’A yang disukai oleh ALLAH SWT. Jangan berdo’a dengan hanya mengeluh, meminta atau bahkan protes karena Anda merasa belum diberikan keberlimpahan hidup.

Belajarlah dari kehidupan yang Anda jalani ini. BERSYUKURLAH LEBIH DULU, BARU BOLEH MENGELUH kepada ALLAH SWT.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (173 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *