1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (232 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 20 November, 2009 - 7:00 AM

Bagaimana Dokter bisa Menjadi Pengusaha?

Tulisan saya ini masih ada kaitan dengan acara pertemuan para dokter gigi spesialis, Seminar Ilmiah DP2M DIKTI-IKORGI 2009, di mana banyak sekali pertanyaan tentang bagaimana seorang dokter bisa menjadi pengusaha. Kali ini, saya coba menjabarkannya untuk Anda, khususnya para dokter, dan bagi masyarakat umum lainnya, yang berminat menjadi pengusaha. Semoga menjadi inspirasi Anda dalam mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha.

Menurut Robert T Kiyosaki dalam bukunya CASHFLOW Quadrant, ada 4 kuadran yang mungkin menjadi sumber penghasilan seseorang.

Inilah Diagram CASHFLOW Quadrant.

Cashflow Quadrant

Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili:

E untuk employee (pegawai)

S untuk self-employed (pekerja lepas)

B untuk business owner (pemilik usaha)

I untuk investor (penanam modal)

CASHFLOW Quadrant mewakili berbagai metode yang berlainan untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Sebagai contoh, seorang “E” mendapat uang dengan bekerja untuk orang lain atau perusahaan. Orang-orang “S” mendapat uang dengan bekerja untuk diri sendiri. Seorang “B” memiliki usaha yang menghasilkan uang, dan “I” mendapatkan uangnya dari berbagai investasi mereka – dengan kata lain, uang menghasilkan uang yang lebih banyak.

Seorang “E” (pegawai) bisa merupakan presiden direktur perusahaan atau tukang sapu perusahaan. Yang terpenting bukanlah apa yang mereka lakukan, tapi perjanjian mengikat yang mereka miliki dengan orang atau organisasi yang mempekerjakan mereka.

Dalam kelompok “S” (pekerja lepas) kita menemukan “profesional” berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti misalnya dokter, pengacara, dan akuntan. Juga dalam kelompok ini terdapat orang-orang yang mengambil jalur pendidikan di luar, atau di samping, aliran tradisional. Kelompok ini meliputi wiraniaga dan pemilik bisnis kecil seperti pemilik toko eceran, pemilik restoran, kontraktor, konsultan, ahli terapi, agen perjalanan, montir mobil, tukang ledeng, tukang kayu, pengkhotbah, tukang listrik, penata rambut, dan artis.

Seorang “B” nyaris merupakan lawan dari “S”. Mereka senang mengitari diri mereka dengan orang-orang pandai dari keempat kategori. Tidak seperti “S” yang tak suka mendelegasikan pekerjaan (karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik), seorang “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan.

Perbedaan utama antara “S” dan “B” adalah, seorang “S” memiliki sebuah pekerjaan sedangkan seorang “B” memiliki sebuah sistem dan kemudian menyewa orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan sistem itu. Atau dengan cara lain bisa dikatakan, dalam banyak kasus “S” adalah sistemnya. Itu sebabnya mereka tidak bisa pergi meninggalkan bisnisnya untuk waktu yang lama.

Sebaliknya, mereka yang merupakan “B” sejati bisa meninggalkan usaha mereka selama satu tahun atau lebih, dan pada saat kembali menemukan bisnis mereka lebih menguntungkan serta berjalan lebih baik dibanding ketika mereka tinggalkan. Dalam bisnis jenis “S” murni, jika sang “S” pergi selama satu tahun atau lebih, kemungkinan besar takkan ada bisnis yang tersisa ketika mereka kembali.

Pemilik bisnis “B” bisa berlibur selamanya karena mereka memiliki sebuah sistem, bukan sebuah pekerjaan. Jika “B” sedang berlibur, uangnya masih mengalir masuk. Sangat banyak orang yang bisa membuat burger lebih enak dari McDonald’s, tapi hanya McDonald’s yang mempunyai sistem yang telah menyajikan miliaran burger. Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat. Ia membeli produk orang lain dan membangun sistem global yang canggih di sekitarnya.

“I” (investor) membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Di kuadran mana pun orang menghasilkan uang, jika berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”. Di dalam kuadran “I” inilah uang diubah menjadi kekayaan.

Itulah CASHFLOW Quadrant, yang sebenarnya hanya memaparkan perbedaan tentang cara memproleh penghasilan, entah itu sebagai “E” (pegawai), “S” (pekerja lepas), “B” (pemilik usaha), atau “I” (penanam modal).

Inilah inti perbedaan 4 kuadran itu:

E : Anda adalah pegawai yang bekerja untuk orang lain atau perusahaan.

S : Anda memiliki pekerjaan dan Anda terikat dengan pekerjaan itu.

B : Anda memiliki sistem dan orang lain bekerja untuk Anda.

I : Uang bekerja untuk Anda.

Di sana ada 4 Kuadran, dan para dokter spesialis ini memang saat itu saya sarankan untuk menelaah pada Kuadran I, yaitu kuadran tempat Anda menjadi Investor; dan Anda bisa memanfaatkan uang Anda.

Banyak dari kita (saya pun seorang dokter hewan) membuat kesalahan dengan berpikir bahwa uang yang saya investasikan di properti saya, atau dalam saham atau reksa dana menjadikan saya tipe orang Kuadran I, yang tidak mungkin masuk ke Kuadran B.

Pertanyaan yang harus ditanyakan kepada diri Anda sendiri adalah apa tujuan saya? Apakah saya ingin Kebebasan Finansial, atau saya ingin praktik kedokteran? Jika praktik kedokteran memenuhi kebutuhan batin, maka mungkin Anda tidak akan mencari Financial Freedom dengan jalan pindah kuadran menjadi pengusaha, seperti anjuran Kiyosaki, namun setidaknya Anda mau memikirkan Kuadran I, dalam hal ini berinvestasi kecil di real estat, dll, yang mana anjuran ini cukup untuk mencegah depresiasi uang yang diperoleh dengan susah payah.

Di lain pihak, jika tujuan hidup Anda – Kehidupan Impian Anda – adalah Anda memiliki SEMUA Uang dan SEMUA Waktu untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan, kapan pun Anda mau, di mana pun Anda inginkan; singkatnya, punya Kebebasan Finansial dan Kebebasan Waktu, maka Anda harus mau melalui rute yang lebih sulit, yang disebut Kewirausahaan.

Kewirausahaan BUKAN tentang menginvestasikan uang; bahwa itu MUNGKIN diminta untuk memulai dan menjalankan bisnis (atau mungkin tidak, tergantung pada bisnis yang Anda pilih). Kewirausahaan adalah tentang mengejar impian dan tujuan Anda dengan fokus; jangan pernah menyerah pada tujuan itu; bekerja pada tujuan itu dengan hasrat dan antusiasme yang abadi; bekerja keras untuk menemukan jawaban, untuk SETIAP tantangan yang menghadang Anda.

Seperti yang Anda lihat, Kewirausahaan lebih tentang KARAKTER daripada tentang uang. Apa yang Anda lakukan dalam proses membangun Perusahaan lebih penting daripada uang yang Anda hasilkan.

Jadi, jawaban singkatnya adalah dokter BISA menjadi Pengusaha; tetapi pertama-tama, harus bisa memahami apa artinya menjadi Pengusaha. Soalnya, untuk menjadi pengusaha, Anda butuh modal awal. Dan jika seperti kebanyakan orang, Anda belum memiliki banyak hal atau pengetahuan tentang kewirausahaan, Anda harus bekerja untuk mendapatkan itu.

Kedokteran adalah cabang yang hebat dalam hal ini. Anda memiliki bidang khusus yang nilainya tidak dapat dilewati oleh calon pemberi kerja. Baik itu di rumah sakit, klinik, perusahaan swasta, mengajar atau penelitian, kecuali Anda sangat buruk dalam hal itu, akan selalu ada peluang besar di sana.

Kebanyakan dokter menghabiskan hampir sebanyak (jika tidak lebih) dari yang mereka hasilkan, dan menjalani kehidupan yang memuaskan. Tetapi jika Anda ingin menjadi sedikit tenang, hiduplah seminimal mungkin, dan selamatkan sisanya, hanya dalam beberapa tahun kerja Anda akan berada di jalur yang mantap untuk menjadi pengusaha yang hebat.

Saran terbaik yang bisa saya berikan kepada Anda? Pertama, coba pelajari ilmu administrasi dan logistik. Pengetahuan ini untuk masa depan, dan dapat banyak membantu Anda, tidak hanya membuat pikiran Anda hebat di bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam bisnis. Dan yang kedua, jika Anda benar-benar ingin memaksimalkan potensi Anda dalam bisnis, jangan hidup seperti dokter. Simpan uang sebanyak yang Anda bisa, sehingga Anda bisa menginvestasikannya sesegera mungkin, setidaknya Anda bisa masuk ke Kuadran I.

Jadi, apa pilihan Anda, menjadi dokter atau pengusaha yang baik? Anda tidak bisa melakukan keduanya sekaligus. Jika demikian, pilih satu saja! Ini akan menjadi pekerjaan besar apa pun yang terjadi. Dan lebih baik melakukan sesuatu dengan kualitas daripada merangkap semua kegiatan. Anda tahu, kualitas melebihi kuantitas, bukan?

Jika ingin tetap menjadi dokter, Anda tentu tidak ingin menjadi dokter yang terganggu dengan kegiatan kewirausahaan, yang berpotensi menimbulkan masalah di aktivitas Anda sebagai praktisi kedokteran. Dalam hal ini, Anda mungkin masih dapat masuk ke Kuadran I, sebagai Investor, tentunya Anda pun harus memahami ilmunya, bagaimana menjadi investor yang baik. Namun hal ini tidak akan mengganggu aktivitas Anda sebagai seorang dokter.

Menjadi seorang praktisi kedokteran sekaligus pengusaha adalah pilihan sulit, karena ada tipe budaya dan kepribadian yang berbeda di keduanya.

Meskipun begitu, saya lihat ada banyak pengusaha yang memiliki gelar dokter, bahkan sebagai profesor di universitas, namun kegiatan mereka yang sesuai dengan gelar profesi ini, kelihatannya hanya dilakukannya sebagai bentuk refreshing mental bagi mereka, bukan sebagai praktisi medis, hanya untuk mengajar sebagai selingan di antara kesibukannya di dunia kewirausahaan.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (232 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *