1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (172 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 28 December, 2009 - 9:45 PM

Jembatan KEBAHAGIAAN Adalah ILMU dan AMAL

Sudah jelas bahwa Kebahagiaan adalah dambaan setiap orang yang berakal sehat, sedangkan mengabaikannya merupakan sebuah kebodohan. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak mengerti jalan yang ditempuhnya? Maka, jalan apakah yang harus ditempuh sehingga manusia tidak lepas dari ilmu dan amal? Hal penting yang perlu Anda ketahui adalah kemenangan dan keberhasilan hanya dapat dicapai dengan menggunakan ilmu dan amal.

Ilmu merupakan kenikmatan tertinggi bagi mereka yang mendalaminya. Kenikmatan tersebut berasal dari ALLAH, yang melalui para malaikat-NYA akan dirasakan oleh penuntut ilmu ketika mereka menekuni dan mendalaminya. Kenikmatan ini tidak akan berakhir, sebagaimana ilmu juga tidak mengenal kata akhir, dan tidak mengenal persaingan. Ilmu, terbuka luas dan tak bertepi untuk dijelajahi oleh para penuntut ilmu seberapa pun banyaknya. Bahkan kenikmatan itu semakin bertambah, seiring dengan semakin banyaknya teman seprofesi, teman berburu ilmu pengetahuan, BUKAN harta duniawi maupun jabatan. Dunia terasa sempit akibat pesatnya persaingan duniawi, sebaliknya, dunia terasa bertambah lapang dengan bertambahnya para penuntut ilmu.

Amal adalah melatih jiwa dalam mengendalikan hawa nafsu, mengekang amarah, dan menjinakkan kecenderungan ini supaya tunduk kepada akal. Bukan sebaliknya! Nafsu yang justru menguasai Amal dan memperbudaknya untuk membuat berbagai tipu-daya demi mewujudkan keinginannya. Barangsiapa berhasil mengekang hawa nafsunya, maka ia terbebas dari semua itu.

Keganasan hawa nafsu yang telah memperbudak, akan membuat manusia selalu berada dalam penderitaan tiada akhir, dan kelelahan yang terus menerus. Mengurangi hawa nafsu dapat ditempuh dengan cara mengurangi penyebab timbulnya kesukaran dan bencana, dan satu-satunya jalan yang harus ditempuh untuk menyingkirkannya adalah dengan melatih diri (riyadlah) dan mengendalikan diri (mujahadah), dan inilah yang dimaksud dengan Amal.

Akal manusia yang sudah tidak lagi diperbudak oleh hawa nafsu, ia terus menerus berpikir dan mempelajari alam malakut dan alam nyata, bahkan mempelajari penciptaan jiwanya yang merupakan suatu keajaiban; sehingga ia telah mencapai kesempurnaan yang tertinggi. Ia akan berbahagia di dunia, dimana kebahagiaan hanya berarti apabila jiwa telah mencapai kesempurnaannya, seakan-akan ia dapat melihat surga walaupun ia berada di dunia, surga firdaus berada dalam hatinya sehingga ia mampu menggapainya.

Hal tersebut bisa terjadi ketika jiwanya telah disucikan dari berbagai noda. Mencapai tingkatan tersebut merupakan kebahagiaan, dan amal merupakan sarana untuk itu. Mujahadah akan menyucikan jiwa menuju kesempurnaan dan kebahagiaan, sebagaimana ALLAH berfirman di dalam QS. Asy-Syams: 9-10: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya, dan merugilah orang yang mengotorinya.”

Itulah sebabnya ilmu dan amal merupakan sarana menuju kebahagiaan. Dan itu semua hanya dapat dicapai melalui latihan (riyadlah) dan pengendalian (mujahadah) jiwa, sebagaimana firman ALLAH di dalam QS. Al-Ankabut: 69: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”

Oleh karena itu, Anda harus bermujahadah dan terus menerus menuntut ilmu, barangkali Anda dapat menyingkap hakikat segala sesuatu, baik dengan pembenaran maupun dengan pengingkaran, yang kesemuanya itu ditujukan untuk memperoleh kebahagiaan sejati dengan ridlo Ilahi. InsyaAllah.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (172 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *