1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (157 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 15 January, 2011 - 11:00 PM

Alasan Umum TIDAK MENDELEGASIKAN Tugas

Dear All,

Di dalam bisnis, ada KENIKMATAN yang dapat kita peroleh dari berhasilnya PENDELEGASIAN TUGAS kepada para pegawai atau bawahan kita, yaitu MELIHAT MEREKA BERKEMBANG dan BERTUMBUH dalam karier bisnis mereka. Pendelegasian, pada dasarnya adalah membimbing orang, dan itu sebenarnya membantu orang untuk menolong diri sendiri. Itulah Seni Mendelegasikan Tugas!

Meskipun begitu, masih cukup banyak di antara kita yang memiliki sejumlah alasan, mengapa mereka enggan untuk memberikan kendali pekerjaan mereka kepada pegawai atau bawahannya. Biasanya hal ini disebabkan oleh pengalaman kesulitan dan kegagalan dalam mendelegasikan tugas di masa lalu.

Memang sebenarnya ada kecenderungan alamiah pada sebagian besar dari kita, untuk melepaskan dan memberikan tugas kepada pegawai atau bawahan kita, secara begitu saja tanpa persiapan sebelumnya. Seperti saya sebutkan di awal, bahwa Anda seharusnya juga memberikan bimbingan lebih dulu secara efektif kepada pegawai atau bawahan Anda, agar mereka ini bisa menggantikan tugas yang Anda delegasikan itu. Jika hal ini tidak Anda lakukan, maka itu bisa menyebabkan kegagalan pendelegasian tugas. Akibatnya timbullah sejumlah alasan umum, mengapa Anda tidak mendelegasikan tugas.

Di bawah ini sejumlah alasan paling umum mengapa tidak mendelegasikan tugas, dari pimpinan, manajer, bahkan owner perusahaan, sebagai berikut:

  • Pendapat keliru, bahwa “Hanya saya yang dapat melakukannya lebih baik”.
  • Menuntut, bahwa setiap orang “harus mengetahui semua rincian”.
  • Mengutamakan beroperasi / bekerja sendirian.
  • Ketidakpastian tujuan.
  • Khawatir tidak akan disenangi.
  • Tidak adanya pengalaman dalam pekerjaan atau mendelegasikan.
  • Tidak mempercayai pegawai atau bawahan.
  • Menolak untuk mengakui kesalahan.
  • Ingin selalu sempurna, sehingga bisa mengarah ke pengendalian yang berlebihan.
  • Tidak adanya ketrampilan organisasi dalam membuat beban kerja menjadi seimbang.
  • Tidak meyakini tugas dan tidak mampu menjelaskannya.
  • Cenderung memang tidak mau mengembangkan pegawai atau bawahan.
  • Gagal memantapkan kendali secara efektif, dan sulit bertindak lebih lanjut.
  • Kegagalan mendelegasikan wewenang sesuai dengan tanggung jawab individu.


Nah, di sinilah perlunya peran bimbingan kepada pegawai atau bawahan sangat penting, sebelum Anda mendelegasikan tugas kepada mereka. Hubungan bimbingan sebaiknya bukan dengan “gaya komandan militer”, tetapi lebih bersifat gaya manajerial konsultatif.

Dengan gaya manajerial konsultatif ini, maka Anda akan melihat pegawai atau bawahan Anda menjadi sangat termotivasi berhasrat untuk meningkatkan ketrampilannya, dan Anda juga akan memperoleh manfaat dari beban kerja yang sangat berkurang karena sudah diambil alih oleh pegawai atau bawahan Anda. Dengan demikian, Anda akan memperoleh keleluasaan waktu lebih banyak lagi, guna memikirkan dan merencanakan program-program bisnis Anda selanjutnya.

Ingatlah ini, salah satu teknik paling produktif untuk mengembangkan orang, agar orang itu bisa semakin berkembang kemampuannya, sehingga dapat meringankan beban kerja, adalah dengan MEMBIMBING. Buanglah sejumlah alasan umum seperti di atas. Oleh sebab itu, bimbinglah pegawai atau bawahan Anda secara efektif, dan delegasikan tugas kepada mereka, agar Anda bisa semakin mengembangkan dan melejitkan bisnis-bisnis Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (157 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *