1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (232 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 28 April, 2015 - 5:00 PM

5 Alasan Bisnis Kecil Gagal

Ketakutan akan kegagalan dalam menjalankan bisnis kecil tentu saja merupakan rintangan mental besar bagi pemilik bisnis. Namun, dengan memahami alasan umum kegagalan bisnis, Anda dapat merencanakan program untuk menghindarinya.

Di hampir setiap lingkungan, selalu ada kemunculan bisnis baru setiap enam bulan atau lebih. Depot sarapan, karaoke, toko kelontong, barber shop, dan salon kuku, semuanya cepat berdiri, namun diam-diam menghilang, sebelum banyak orang dapat menjadi pelanggannya.

Anda mungkin pernah melihat hal serupa di komunitas Anda sendiri, dan ini mengingatkan bahwa usaha kecil dapat datang dan pergi dalam waktu singkat. Ada benarnya sebuah survey mengatakan bahwa tingkat kegagalan usaha kecil sekitar 20 persen pada tahun pertama, dan naik menjadi 50 persen pada tahun ke lima.

Dalam kebanyakan kasus, ada beberapa kesalahan dilakukan oleh manajemen perusahaan, yang menyebabkan kegagalan bisnis. Oleh karena itu, kemampuan mengenali kesalahan-kesalahan, dan memiliki rencana jika sesuatu terjadi, dapat membuat Anda kembali ke jalan menuju kesuksesan jangka panjang bisnis Anda.

Berikut adalah beberapa kesalahan teratas dibuat oleh pengusaha, yang dapat menyebabkan kegagalan usaha kecil.

1. Mengambil Utang Terlalu Banyak

Dalam beberapa kasus, mengambil utang diperlukan untuk membiayai ketika membuka bisnis atau pembelian bisnis. Namun, pemilik bisnis yang tidak memprioritaskan pembayaran utang, dan melakukan pembayaran tepat waktu, pasti sulit untuk menumbuhkan bisnis mereka. Menurut sebuah survey, para pengusaha di semua industri melaporkan kurangnya modal atau arus kas sebagai tantangan utama ketika menjalankan bisnis mereka, dan beban utang dapat menjadikannya lebih sulit untuk menjalankan roda bisnisnya.

Agar terhindar dari utang, semakin banyak pemilik bisnis menggunakan metode pendanaan alternatif seperti crowdfunding (pendanaan usaha yang berasal dari beberapa pemilik modal), pinjaman portofolio, bahkan dana pensiun sebagai pembiayaan bisnis untuk memulai usaha mereka. Yang terakhir memungkinkan pemilik bisnis menggunakan dana pensiun mereka untuk memulai atau membeli bisnis, dan juga dapat digunakan sebagai uang jaminan pada pinjaman usaha kecil, yang memungkinkan pemilik bisnis untuk mempertahankan tabungan pribadi mereka, dan dapat mengurangi pembayaran bulanan mereka.

2. Mengelola Arus Kas dengan Buruk

Seiring pertumbuhan bisnis dan penskalaan, penting bahwa piutang dagang dikelola untuk fokus pada arus kas. Ketika perusahaan gagal melakukan penyesuaian arus kas saat mereka tumbuh, semakin besar kemungkinan mereka akan kehabisan modal operasional – membuat mustahil untuk tetap unggul dalam faktur dan membayar karyawan. Saya sering menyarankan untuk memberikan insentif piutang kepada klien yang melakukan pembayaran sekaligus dalam jumlah besar, sehingga segera memiliki uang tunai. Setelah beberapa tahun dan berbagai hal bergerak lebih mantap, Anda dapat mengubah piutang dan utang ke sistem pembayaran bulanan atau triwulanan.

3. Kurangnya Kehadiran Online

Anda pernah mendengar pepatah lama bahwa lokasi adalah segalanya, tetapi untuk sebagian besar bisnis, ‘situs’ terpenting di era digital saat ini adalah situs web mereka. Bahkan perusahaan yang tidak berpartisipasi dalam e-commerce, tidak dapat mengabaikan kebutuhan akan keberadaan online yang kuat. Ketika pelanggan Anda tidak dapat menemukan Anda secara online, mereka akan menyerah dan pergi ke salah satu pesaing Anda. Faktanya, jika perusahaan Anda tidak muncul di halaman pertama pencarian Google, 91 persen konsumen tidak akan menemukan Anda, karena mereka cenderung tidak membuka halaman kedua.

Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan keberadaan online Anda. Langkah-langkah ini termasuk mendaftar untuk Google My Business, sebuah layanan gratis melalui Google, yang membantu pengguna menemukan lokasi Anda dengan mudah; mendaftar untuk Halaman Bisnis Yelp atau situs tepercaya lainnya; dan menginvestasikan waktu untuk menerapkan beberapa prinsip SEO dasar ke situs Anda.

4. Kepemimpinan yang Tidak Efektif

Kita semua pernah memiliki bos yang buruk sebelumnya, tapi semoga bos itu tidak bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan, karena Anda pasti tidak tinggal lama. Sebagai pemilik bisnis, karyawan, vendor, dan klien Anda semuanya akan memandang Anda sebagai cerminan bisnis secara keseluruhan. Meskipun tidak ada orang yang mengharapkan Anda untuk menjadi sempurna, ada beberapa keterampilan kepemimpinan bisnis yang harus Anda kuasai untuk secara efektif memimpin tim Anda dan menjaga bisnis Anda tetap berjalan.

Sejak hari pertama, berusahalah menetapkan visi yang jelas dan konsisten untuk tim Anda, sering berkomunikasi secara efektif, memberi dan menerima umpan balik dan memahami cara melaksanakan. Keterampilan ini kadang-kadang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi Anda selalu dapat mencari bantuan dari pelatih bisnis profesional atau mentor bisnis tepercaya, karena itu membantu keberhasilan bisnis Anda, yang mungkin bergantung pada bimbingan dan arahannya

5. Berusaha Melakukan Segalanya Sendiri

Steve Jobs pernah berkata, “Tidak masuk akal untuk merekrut orang pintar dan kemudian memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan.” Ada banyak kebijaksanaan luar biasa yang dapat dipelajari dari saran ini, akan membantu Anda melihat bahwa, sebagai pemilik bisnis, waktu Anda tidak bisa dihabiskan oleh gaya manajemen mikro.

Meskipun bisnis Anda tentu saja merupakan kebanggaan dan kegembiraan Anda, ada beberapa bagian yang benar-benar harus Anda lepaskan untuk menjadikannya sukses. Dengan kata lain, Anda harus mengerjakan di atas bisnis, bukan di dalam bisnis. Jika tidak, Anda menghadapi risiko kehabisan tenaga, kehilangan arah perusahaan, dan yang lebih besar atau lebih buruk adalah kehilangan keduanya.

Bahkan jika Anda tidak berada di tempat untuk menyewa tim penuh waktu yang hebat, ada tugas yang dapat Anda lakukan lewat profesional outsourcing.

Memang benar, beberapa bisnis kecil akan gagal. Tetapi rasa takut gagal seharusnya tidak menghentikan Anda dari impian Anda untuk berwirausaha. Kunci untuk menghindari kegagalan bisnis kecil adalah memiliki rencana, belajar dari kesalahan umum dan selalu meningkatkan pengetahuan bisnis dan kualitas pribadi Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (232 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *