1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (206 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...
Published on: December 10, 2015 - 9:25 PM

Korelasi Kuat antara PRODUKTIVITAS dan TERORGANISASI

DISORGANISASI itu mahal. Apakah Anda di rumah atau di kantor, stres untuk selalu mencari sesuatu. Orang yang terorganisasi tidak mengalami stres itu.

Sebuah studi telah menemukan bahwa mengurangi kekacauan karena disorganisasi, akan menghilangkan 40 persen pekerjaan rumah.

Karyawan kantor rata-rata menghabiskan lebih dari satu jam setiap hari untuk mencari sesuatu. Satu dari empat orang dewasa (23 persen) mengatakan bahwa mereka terlambat membayar tagihan hanya karena kehilangan data informasinya.

Anda dapat menjadi lebih terorganisasi dengan mengikuti 6 Taktik Orang Terorganisasi dengan baik berikut ini:

1. Mereka memiliki ritual pagi dan sore.

Ritual pagi dan sore membuat Anda tidak tersandung tanpa berpikir sepanjang hari. Akibatnya, Anda akan lebih produktif dan sukses. Ritual sehari-hari yang dipraktikkan orang berlatih meliputi:

Bangun lebih awal, untuk mempersiapkan hari, tanpa ditarik ke jutaan arah yang berbeda.

Tidak buru-buru memeriksa ponsel, untuk menghindari tersesat di media sosial maupun e-mail.

Melakukan sesuatu yang disukai, seperti membaca buku atau bermeditasi, menjernihkan pikiran. Mereka yang terorganisasi hanya melakukan ini selama sekitar sepuluh menit.

Menyelesaikan tugas dalam urutan sama. Misalnya, menyikat gigi, lalu mandi. Semakin banyak Anda berlatih menyelesaikan tugas rutinitas, semakin Anda tidak perlu secara sadar memikirkan setiap langkah. Apa yang dulu tampak seperti tantangan akan segera terasa lebih seperti kebiasaan.

Mengidentifikasi tiga hal untuk hari sukses. “Orang-orang yang terorganisasi, memikirkan hari-hari mereka,” kata Laura Vanderkam, penulis buku “What Most People Do Before Breakfast”. “Mereka menentukan tiga hal yang akan membuat mereka merasa hari itu sukses. Mereka kemudian menentukan untuk menjadwalkan hal-hal itu sepanjang hari.”

Menetapkan tujuan pembelajaran realistis. Mereka hanya menambahkan satu per satu. Mereka juga membatasi jumlah tugas yang harus diselesaikan.

Mempersiapkan pada malam sebelumnya. Terlepas dari apakah itu makan siang, pakaian mereka atau presentasi, rencanakan hari pada malam sebelumnya.

Selesaikan tugas yang direncanakan pada malam sebelumnya. Daftar tugas dimulai malam sebelumnya dan disesuaikan di pagi hari, jika prioritas baru dikembangkan dalam semalam.

Selesaikan tugas ringan secepatnya. Menyelesaikan tugas yang tidak ingin mereka lakukan, di pagi hari. Ini memungkinkan mereka memiliki hari produktif, karena tidak memberatkan mereka.

Antisipasi kekacauan. Sebelum berangkat kerja, memastikan rumah sudah bersih, sehingga mereka bisa pulang dan bersantai. Mereka juga merapikan tempat kerjanya di penghujung hari. Melakukan hal itu memastikan, mereka tidak akan membuang waktu mencari barang yang salah tempat.

2. Mereka membersihkan otak mereka.

Sebuah nasihat bagus, “Pindahkan beban pengorganisasian dari otak kita ke dunia luar.” “Menulisnya membuat mereka keluar dari kepala. Ini membersihkan otak Anda dari kekacauan yang mengganggu kemampuan untuk fokus.”

Individu yang terorganisasi menyimpan daftar tugas di satu tempat, sehingga mereka tidak akan melupakan apa pun. Mereka tidak menyebarkan daftar mereka di buku catatan, block note, post-it atau tablet. Hal ini juga akan mengurangi kecemasan.

Setelah semuanya ditulis dalam daftar, Anda harus membaginya menjadi 4 kategori. Menurut “Getting Things Done”, kategori-kategori ini adalah: “Lakukan, Delegasikan, Tunda, dan Jatuhkan.”

Ketika ada item penting, seperti item yang harus dilakukan, kita takut akan melupakannya di pikiran. Jadi otak kita harus melatihnya, berputar-putar dalam lingkaran pikiran.

Masalahnya, otak bekerja terlalu baik, menyimpan item sampai kita memperhatikannya.

Dengan menulisnya, memberikan izin implisit dan eksplisit untuk melepaskannya dari otak. Otak dapat mengendurkan sirkuit sarafnya, sehingga kita dapat fokus pada sesuatu yang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika hal-hal yang belum selesai, pasti kita khawatirkan. Solusinya? Tulis semuanya.

3. Mereka berhemat.

Mengapa menghabiskan waktu dan energi untuk mengatur barang-barang yang tidak lagi Anda butuhkan atau inginkan? Individu yang terorganisasi, menyisihkan waktu untuk membersihkan secara berkala. Membuang pakaian yang tidak lagi cocok, atau catatan dari tugas yang sudah selesai, akan mencegah kekacauan menumpuk.

Tapi, ini bukan kejadian sekali saja. Individu yang terorganisasi, secara konstan mengevaluasi barang-barang mereka. Jika tidak lagi bermanfaat, mereka membuangnya. Ini menghindari sesi pembersihan maraton karena berantakan.

4. Mereka menggunakan alat teknologi.

Mulai dari penghitung waktu di dapur, alat pelacak waktu, aplikasi seperti Evernote, digunakan oleh mereka yang terorganisasi. Mereka menggunakan barang-barang ini untuk pengingat, untuk memvisualisasikan waktu lebih efektif dan tetap di jalur.

Misalnya, Evernote dan alat penghemat waktu lain, dapat menyimpan pemikiran dan informasi di satu lokasi. Rak buku dapat digunakan untuk membuat zona ruang, menciptakan tempat khusus untuk barang-barang Anda.

5. Mereka tidak terhambat oleh perfeksionisme.

Ada kesalahpahaman umum bahwa semua orang terorganisasi adalah perfeksionis. Orang terorganisasi menyadari bahwa mereka tidak mungkin melakukan semuanya secara sempurna dan menyelesaikan semuanya. Mereka memprioritaskan tugas dan belajar, bagaimana mengambil jalan pintas dan menyelesaikan tugas dengan cepat.

Mereka tidak akan terperosok dalam proyek yang tidak mungkin diselesaikan tepat waktu. Dengan kata lain, tidak membiarkan kesempurnaan menghalangi kemajuan.

6. Mereka memelihara dan mempertahankan.

“Pemeliharaan diperlukan,” kata Lisa Zaslow, pendiri Gotham Organizer. “Anda tidak pergi ke gym, mendapatkan kebugaran, lalu batalkan keanggotaan Anda,” katanya. “Menjadi terorganisasi adalah sama.”

Orang terorganisasi, menghabiskan waktu setiap hari untuk mengembalikan barang-barang ke tempat-tempat khusus. Mereka juga melakukan tugas-tugas seperti pengarsipan email atau pun pengarsipan kertas.

“Mereka tidak meletakkan barang-barang di tumpukan acak, dengan dalih ‘hanya untuk sekarang’. Dan itu jadi selalu sekarang,” kata Zaslow. “Mungkin perlu beberapa menit sekarang, tetapi pada akhirnya akan menjadi penghemat waktu utama.”

Nah Sahabat. Apakah diri Anda sudah Terorganisasi?

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (206 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *