1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (140 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 16 May, 2006 - 7:45 PM

Dasar MENTAL MISKIN. Sulit Berubah!

Disela-sela waktu aktivitas saya, seringkali saya berpikir, kenapa masih banyak orang yang hidup di dalam keterpurukan secara finansial, hidup susah-payah melulu, hidup pas-pas-an bahkan “hidup di bawah garis sempadan kehidupan” … terjun melewati garis kemiskinan. Tapi saya juga ada keraguan, benarkah apa yang saya pikirkan ini? Benarkah yang saya anggap miskin itu, memang benar-benar miskin?

Beberapa kali, saya mencoba mengundang (mengumpulkan) puluhan orang yang menurut saya masuk di dalam kategori hidup pas-pas-an ini … bekerja hanya sebagai pengamen jalanan, gelandangan dan pengemis atau semacamnya … padahal secara fisik, mereka masih sangat segar-bugar, kuat dan masih sangat berpotensi untuk menjadi SUKSES.

Yaa, mereka ini saya bekali dengan motivasi, semangat entrepreneurship sekaligus wawasan bisnis dan ketrampilan untuk memulainya… sebagai ganti pekerjaan mereka, yang menurut saya itu tergolong “pekerjaan tidak manusiawi dan hina”. Saya coba memberikan gambaran besar di masa depan mereka, dan syarat utamanya, mereka harus berani memulainya dengan bekal yang saat ini mereka punyai, harus punya hasrat membara untuk memulainya dari yang paling kecil dulu … berani menerima hasil yang paling kecil dulu.

Di dalam pembekalan ini, saya sangat berharap terjadi sebuah perubahan yang luar biasa prima pada diri mereka, pada pola berpikirnya … pada sikapnya. Disamping itu, saya juga menawarkan pekerjaan kepada mereka untuk menjadi pegawai di perusahaan saya … khusus bagi mereka yang tidak ingin berusaha menjadi entrepreneur. Yaa itu harapan saya kepada mereka … sebagian kecil dari mereka yang “kurang beruntung”, yang saya berikan pembekalan entrepreneurship ini.

Tahukah Anda, apa yang terjadi kemudian? Harapan saya memang tinggallah harapan belaka. Harapan saya yang baik untuk kemajuan dan kesuksesan mereka ini, memang hanya menjadi harapan belaka … ternyata tidak berubah menjadi kenyataan sesuai program “rehabilitasi” yang saya canangkan. MEREKA TETAP TIDAK BERUBAH … MEREKA TIDAK MAU BERUBAH…

Alasannya? Karena nanti jika mereka memulai usaha dari yang paling kecil, maka HASILNYA PASTI KECIL … dan itu ternyata jauh di bawah hasil mereka dalam satu bulan saat itu, saat mereka mengemis atau menjadi pengamen jalanan … kerja ringan tapi hasilnya besar, begitu mereka beralasan.

GEDUBRAAK… meskipun saya juga sudah tahu sebelumnya, mereka pasti memiliki alasan semacam itu… toh saya merasa kecewa juga dengan hasil pelatihan yang saya berikan secara GRATIS ini. Sia-sia belaka, dan membuang waktu berharga saya saja.

Tapi saya tidak menyesalinya… yaa hanya kecewa saja. Apapun hasilnya, saya memang harus berbesar hati dalam menyikapinya. Meskipun pada akhirnya, saya menghentikan pelatihan-pelatihan gratis buat “orang miskin” itu… yang setelah saya gali lebih dalam, TERNYATA mereka tidaklah semiskin seperti terlihat secara fisiknya.

Mereka yang saya anggap punya pekerjaan “hina” ini, ternyata sesungguhnya punya penghasilan rata-rata sekelas Supervisor Perusahaan, bahkan ada yang sudah setingkat penghasilan Manager Perusahaan …WUAH… ternyata saya salah sasaran memberikan dukungan buat “kaum miskin” ini.

Dasar MENTAL MISKIN, begitu gerutu saya melepaskan rasa kecewa… Dasar MENTAL MISKIN … SULIT BERUBAH…!!! Yaa, ternyata pengalaman saya menunjukkan, bahwa mengubah mental seseorang tidaklah semudah harapan saya … khususnya mereka yang punya MENTAL MISKIN.

MENTAL MISKIN… tidak berarti mereka juga miskin secara materi finansial, TERNYATA tidaklah begitu terpuruk hidupnya… mereka masih bisa menikmati “hura-hura” bersenang-senang, dan bepergian wisata. Hanya saja, karena mereka punya MENTAL MISKIN, maka segalanya maunya bisa mereka peroleh secara INSTAN. Dan… akal-pikirannya hanya dipakai untuk mencari segala cara, agar mereka ini bisa memperoleh uang secara instan, tanpa perlu bekerja keras, sehingga mereka ini TIDAK MALU MENGORBANKAN NILAI-NILAI dan HARGA DIRI nya.

Orang ber-MENTAL MISKIN juga punya kecenderungan untuk TIDAK PUNYA EMPATI, seenaknya sendiri… tidak mau peduli dengan orang lainnya, bahkan diantara mereka sesama bermental miskin. Egoisme diri nya sangat tinggi, sehingga mereka yang punya MENTAL MISKIN ini lebih cenderung mementingkan dirinya sendiri, yang penting dirinya UNTUNG dan SELAMAT … terserah orang lain mau bilang apa! EMANG GUE PIKIRIN… hehehe…

Eh ya, ngomong-ngomong nih, apakah para KORUPTOR juga masuk ke dalam kategori orang yang punya MENTAL MISKIN ya? Mengingat para koruptor ini juga senang menggunakan pikirannya untuk mencari cara-cara instan dalam memperoleh kekayaan dengan mengorbankan NILAI-NILAI dan HARGA DIRI nya juga.

Dasar MENTAL MISKIN…!!! SULIT Berubah…!!! Dan, TIDAK MAU BERUBAH…!!!

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (140 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *