1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (203 votes, average: 4.98 out of 5)

Loading...

Published on: 07 January, 2007 - 7:07 AM

Bagaimana Cara Kerja Meditasi?

Meditasi pertama kali dikembangkan di India, sekitar 5000-3500 SM. Meditasi juga dapat sebagai alat terapi untuk meredakan stres, kecemasan, depresi, dan kecanduan sesuatu. Dalam beberapa tahun terakhir, itu juga telah diakui dapat membantu meningkatkan kinerja mental, dan menjadikan bisnis sukses. Jika belum pernah mencobanya, Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana sesuatu yang begitu sederhana seperti duduk dengan mata tertutup dapat memberikan manfaat luar biasa.

Meditasi adalah tentang pelatihan dalam kesadaran dan mendapatkan pandangan yang sehat atas pikiran kita. Banyak yang berpikir bahwa bermeditasi adalah tentang berusaha mencapai keadaan pikiran kosong, tetapi bukan itu intinya. Mengamati pikiran, kemudian melepaskannya sehingga akhirnya Anda dapat mulai memahami pikiran dengan lebih baik, adalah tujuan sebenarnya dari setiap latihan meditasi.

Ada berbagai teknik untuk menjalani proses mental ini. Beberapa fokus pada nafas dan sensasi tubuh, yang lain membuat Anda memvisualisasikan objek, dan yang lain membantu Anda menyalurkan pikiran Anda ke arah tindakan cinta dan kebaikan.

Sesi meditasi yang khas melibatkan Anda duduk di kursi atau bersila di lantai dengan mata tertutup. Setelah Anda mengambil posisi yang nyaman dan fokus pada napas Anda, Anda harus mulai memperhatikan pikiran Anda. Pada titik ini, sesuai dengan jenis teknik apa yang Anda gunakan, Anda mencoba untuk membiarkan pikiran-pikiran itu pergi dengan berfokus pada sesuatu yang lain (ini bisa berupa napas atau citra mental yang Anda buat).

MEDITASI & KESADARAN BATIN

Dalam upaya meditasi, dapat terjadi kegagalan dan keberhasilan. Kegagalan biasa terjadi dalam awal-awal latihan meditasi, namun lama kelamaan kita akan menemukan irama atau “frekuensi” yang dirasakan sangat “ajaib”. Bagi yang berhasil melakukan meditasi pun ada dua kemungkinan berbeda dalam tataran keberhasilannya.

Pertama, meskipun berhasil dalam meditasi, namun belum mencapai puncak kesempurnaan meditasi. Raga telah berhasil “dimatikan” sehingga yang terasa hanya getaran dahsyat dalam rasa. Getaran itu bersumber dari pusat kehidupan (atma) yang terletak pada jantung, lalu menjalar ke seluruh “badan”. Bukan “badan” fisik semata, namun getaran itu terletak dalam badan halus/metafisik. Bila dirasakan sepintas lalu, seolah badan fisiklah yang bergetar.

Getaran itu berbeda dengan rasa gemetaran. Jika dikonotasikan sebagai prana, ia sama-sama bersumber dari getaran rasa sejati. Bagi pelaku meditasi yang masih berada pada tingkat ini, hendaknya jangan merasa pesimistis karena tetap bisa merasakan berbagai keajaiban yang akan terjadi dalam wahana kesadaran meditasi. Misalnya muncul bayangan atau gambaran ghaib yang dapat menjelaskan sesuatu rahasia alam atau sebagai pralampita yang dapat menjadi petunjuk akurat dan tepat terhadap pelaku meditasi.

Kemungkinan Kedua, pelaku meditasi dapat mencapai tataran sempurna atau mencapai kesempurnaan. Parameter kesempurnaan terjadi bilamana sukmanya benar-benar lepas dari badan fisiknya sendiri. Sukma dapat melanglang ke dalam buana ghaib, menjelajah dalam ruang-ruang ghaib, yang berada di luar akal budi (jasad) yang menemukan kesadaran tinggi. Inilah yang disebut dalam konteks Ilmu Kejawen sebagai rahasia MERAGA SUKMA. Namun bagi yang berhasil meraih kesempurnaan dalam meditasi, yang bermuara pada kejadian RAGA SUKMA, ini menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat. Meraga Sukma bermanfaat besar untuk memperoleh kesadaran tinggi, dalam memahami Being dalam eksistensi di alam ghaib. Tentu saja kejadian ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang yang selalu dahaga pada dunia spiritual. Pelaku meditasi akan memperoleh kesadaran tinggi dan dapat mengetahui hal-hal yang orang lain tidak ketahui atau sadari.

Mengapa kesadaran tinggi diidamkan kebanyakan orang? Ini tidak lain karena kemuliaan hidup sejati, menuntut adanya kesadaran tinggi terlebih dulu. Tidak menjadi masalah jika kesadaran tinggi kita berasal dari referensi orang lain, kitab suci, maupun buku pedoman. Hanya saja jika kita merasakan sendiri pengalaman ghaib secara langsung, ini akan menjadikan sebagai pengalaman hidup yang sangat sensasional dan berharga. Hal ini bukanlah iming-iming belaka, namun sungguh apa adanya.

Dengan waktu dan latihan, Anda mungkin dapat mencapai keadaan pikiran di mana sangat sedikit pemikiran (atau tidak ada) yang hadir. Terlepas dari kesederhanaan proses ini, bermeditasi selama lebih dari sepuluh menit, sangat sulit bagi kebanyakan orang. Banyak orang yang mencoba meditasi, berkecil hati oleh kenyataan bahwa “mereka tidak bisa berhenti berpikir”.

Dalam sebuah studi tentang pemikiran dan tindakan manusia secara acak sepanjang hari, para ilmuwan melaporkan; ternyata 47% pikiran orang mengembara dari waktu ke waktu, dan pikiran yang mengembara sering memicu ketidakbahagiaan.

Mereka juga mengamati bahwa menghabiskan waktu mengamati pikiran kita tanpa terjebak padanya, dapat membantu untuk lebih memahami diri sendiri, dan mungkin dapat mengurangi jumlah pikiran negatif.

“Pikiran adalah sesuatu yang dapat diubah, dan meditasi adalah sarana untuk mengubahnya.” – Dalai Lama

Pernyataan sains tentang meditasi

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian telah diterbitkan tentang manfaat neurologis dari meditasi, dan telah membuktikannya bahwa meditasi dapat untuk meningkatkan fungsi otak.

Manfaat meditasi berkisar dari menjaga otak yang menua, hingga meningkatkan kebahagiaan dengan mengurangi aktivitas otak. Sebuah studi yang lebih baru bahkan telah membuktikan bahwa meditasi sama kuatnya dengan antidepresan dalam mengobati depresi, kecemasan, dan rasa sakit. Banyak lagi penelitian yang dilakukan setiap hari tentang meditasi, dan kita dapat berharap untuk memperoleh lebih banyak wawasan.

Faktor terpenting dalam bermeditasi

Jutaan orang berlatih meditasi setiap hari dengan hasil yang luar biasa, tetapi ada juga banyak orang yang telah mencoba bermeditasi dan tidak menyukainya, atau tidak berhasil konsisten dengan latihan mereka. Bagian terpenting dari mengembangkan latihan meditasi adalah konsistensi. Anda tidak harus bermeditasi setiap hari, tetapi manfaatnya terikat dengan latihan yang teratur dan konsisten.

Beberapa penelitian mengklaim bahwa beberapa manfaat meditasi seperti peningkatan mood, penurunan stres dan penurunan tekanan darah, dapat dirasakan setelah satu sesi. Beberapa manfaat lain seperti peningkatan fokus dan penurunan kecemasan mungkin dialami setelah beberapa minggu, dan yang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang.

Beberapa orang mengklaim bahwa setidaknya lima menit meditasi per hari dapat membuat mukjizat, tetapi penelitian menunjukkan bahwa praktik rutin yang terkait dengan manfaat melibatkan 10-20 menit meditasi, setidaknya tiga kali per minggu.

KUNCI KEBERHASILAN MEDITASI

Kesadaran sejati atau kesadaran batin dapat dicapai oleh siapa pun tanpa tergantung agama dan ajarannya, asalkan seseorang mampu memerdekakan diri dari hegemoni kekuasaan nafsu negatif yang bercokol dalam jasadnya sendiri. Ibaratnya nafsu adalah kulit yang harus dikupas agar kita dapat menikmati daging buahnya. Nafsu itu seumpama cadar bagi mata batin, bila dibuka cadarnya maka mata batin akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan semua eksistensi ghaib akan dapat dilihat dengan jelas.

Pengendalian hawa nafsu bukanlah hal mudah, diperlukan latihan terus menerus dengan kesabaran dan ketulusan. Tanpa bekal itu akan sulit mencapai tataran kesempurnaan dalam olah meditasi. Dalam olah meditasi, harus dilakukan dengan rajin, sabar, ulet dan telaten, jangan mudah menyerah dan cepat bosan. Biasanya jika sudah merasakan keberhasilan awal, lantas akan menjadi ketagihan untuk lebih giat melatih diri. Dua langkah utama yang menentukan keberhasilan meditasi, yakni: mengendalikan nafsu, membersihkan hati dan batin dalam perbuatan sehari-hari, dan rajin olah badan dalam tatacara meditasi.

Nah Sahabat. Apakah Anda siap untuk bermeditasi?

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (203 votes, average: 4.98 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *