1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (238 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...
Published on: November 5, 2013 - 5:00 AM

Sejarah Paguyuban SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT Pangruwating Diyu

Sejarah berdirinya Paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ini tidak terlepas dari Kota Surakarta dan Keraton Surakarta Hadiningrat, di mana tradisi budaya spiritual masih dijunjung tinggi.

Sesepuh Paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah putra kelahiran Surakarta, masih ketururan dari Sinuhun Paku Buwono X, bernama KPH Darudriyo Sumodiningrat, SE. Beliau lahir pada Rebo Wage, 11 Juli 1945, putra dari BPH Mr. Sumodiningrat (Pakar Tosan Aji/Perkerisan dan Sarjana Hukum Lulusan Leiden, Belanda).

KPH Darudriyo Sumodiningrat, SE yang lebih dikenal dengan sebutan Romo Ndaru, dinyatakan oleh para sesepuh Keraton Kasunanan Pakuwubono di Surakarta, sebagai sosok yang mendapatkan dan meneruskan wahyu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, ilmu Jawa Kuno.

Pada tahun 1964, Romo Ndaru menderita sakit Panas dan selalu maracau selama 1 bulan. Suhu badannya sangat tinggi dan terkadang tidak sadarkan diri, ini dialami hari demi hari. Selama menderita sakit, Romo Ndaru sering merasa didatangi oleh seorang kakek, baik dalam mimpi maupun secara sadar. Kakek ini memberikan wejangan-wejangan secara terus menerus. Hal ini dialami oleh Romo Ndaru selama sakit.

Siapakah kakek yang mendatangi Romo Ndaru tersebut? Beliau adalah Susuhunan Paku Buwono X, di mana wajah beliau sangat dikenal karena di rumahnya terpampang foto Paku Buwono X. Dengan demikian, yang memberikan wejangan itu adalah kakek Romo Ndaru sendiri. Ketika sudah sembuh dari sakit, Romo Ndaru mulai tertarik pada misteri yang terjadi pada dirinya.

Romo Ndaru mulai menyepi di Gunung Lawu selama bebulan bulan. Berpindah dari bukit satu ke bukit lainnya. Dari Hargo Dumilah, Hargo Puruso. Romo Ndaru bertarak brata tirakat dengan makan apa adanya, seperti pertapa pada jaman dahulu kala. Mulai saat itu mulailah Romo Ndaru dapat berkontemplasi dan mengendapkan apa yang telah diwejangkan Eyangnya kepada dirinya. Setelah selesai berkelana dan bertemu dengan para Sesepuh Kejawen untuk mengetahui misteri yang dialaminya, maka dinyatakan bahwa apa yang didapat adalah Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

Begitu pun ayahnya sendiri menambahkan bahwa Ilmu tersebut adalah ilmu Jawa Kuno yang juga turun kepada eyangnya yaitu Susuhunan Paku Buwono X. Ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ini menjadi andalan atau pegangan spiritual Keraton Paku Buwono hingga sekarang.

Demikian sekilas sejarah berdirinya Paguyuban Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

Rahayu Sagung Dumadi.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (238 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *