1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (168 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 05 July, 2015 - 10:00 PM

Hidup SANTAI Sejenak

Menikmati Hidup SANTAI Sejenak

Mengapa harus bersikap santai? Sikap seperti ini diperlukan apabila otak terlalu menanggung banyak beban dan terasa penuh, apalagi saat kita sedang terhimpit masalah penghidupan.

Jika kondisi beban otak sudah begini, secara otomatis katupnya tertutup sehingga sulit untuk berpikir jernih dengan hati tenang, untuk mencari solusi atas setiap masalah yang mungkin sedang kita alami.

Bagaikan sebuah handphone, kalau memorinya penuh beban, maka sistem kerja handphone akan lambat, lemot bahkan macet. Maka dari itu kita perlu santai sejenak.

Saya seringkali memperhatikan kehidupan orang-orang di kota dan juga orang-orang yang hidup di pedesaan. Karena himpitan masalah finansial yang semakin terasa berat, serta semakin ketatnya persaingan bisnis dan sulitnya mencari pekerjaan dan uang, akhirnya membuat mereka takut kehilangan pekerjaan yang sudah ada di tangan atau bisnis yang mereka jalankan.

Kondisi ini mereka perjuangkan terus dengan cara bertahan dan bersikukuh mendapatkan uang untuk biaya hidup. Mereka mempertaruhkan hampir seluruh waktunya.

Mereka mencari nafkah mulai dari sebelum matahari terbit hingga terbenam. Bahkan sampai larut malam mereka belum juga pulang ke rumah, demi biaya hidup atau untuk memperkaya diri.

Kondisi kehidupan seperti itu pada orang-orang jaman now ini perlu menjadi bahan renungan.

Kalau dicermati secara mendalam, sesungguhnya kondisi ini sudah melanggar keharmonisan alam ciptaan Allah SWT.

Pencipta alam semesta, yang menciptakan bumi dan alam semesta dengan sistem keharmonisanNya, telah dirusak oleh kondisi akibat ulah manusia sendiri.

Siklus Hari diciptakan Allah SWT dalam tujuh hari. Setiap Hari dibagi dalam waktu Duapuluh Empat Jam. Setiap Hari dibagi lagi dalam empat zona waktu. Setiap Zona waktu adalah enam jam.

Artinya, dalam keharmonisan penghidupan manusia adalah: enam jam dipakai untuk istirahat total (tidur), enam jam berikutnya untuk kerja (produktifitas), enam jam selanjutnya untuk beribadah, dan enam jam lagi untuk berkumpul dengan keluarga, silaturahim dengan saudara, teman, atau kegiatan sosial lainnya.

Idealnya begitu…

Akan tetapi, orang zaman now, untuk memenuhi istirahat 6 jam tersebut tidaklah mudah. Rutinitas penghidupan dan persaingan hidup yang makin ketat, serta tuntutan biaya hidup semakin tinggi, orang-orang berpanghasilan pas-pasan terpaksa berjuang untuk mendapatkan penghasilan lebih besar dengan kerja ekstra keras.

Akibatnya, sebagian dari mereka untuk berpikir pun sudah tak sanggup karena kelelahan. Stress pun menjadi makanan mereka sehari-hari.

Kondisi demikian tentu telah merusak tatanan hukum alam dan hukum penghidupan itu sendiri. Dan, setiap pelanggaran hukum berarti bencana dalam tatanan sistem penghidupan manusia.

Banyak lulusan formal kesarjanaan, ketika bekerja tidak berusaha menambah keilmuannya lagi, apalagi ilmu agama. Hal ini bukan karena mereka tidak sadar pentingnya keilmuan baru. Tetapi mereka telah disibukkan dengan tugas sehari-hari yang menyita waktu dan begitu melelahkan.

Apalagi oleh perusahaan diwajibkan hanya terfokus ke depan, tanpa punya kesempatan melirik kiri dan kanan lagi. Target perusahaan menjadi hal mutlak untuk dicapai. Karena kalau tidak mencapainya, yah dipersilakan minggir dan digantikan oleh orang lain.

Target dan fokus kadang disalahartikan oleh banyak orang, bahkan kadang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan mereka.

Celakanya, banyak orang malah menerima kondisi tsb sebagai sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai sukses atau sekedar mempertahankan pekerjaan yang sudah ada.

Hidup akan melelahkan bagi banyak orang, apabila tidak tahu caranya untuk keluar dari situasi ini.

Dalam keadaan pikiran rileks, tidak stress, atau “nyantai sejenak”, sesungguhnya ada banyak kesempatan dapat kita pikirkan. Dalam keadaan  pikiran segar, kita dapat menemukan cara untuk keluar dari kondisi sangat melelahkan itu.

Apalagi jika ada kesadaran bahwa sesungguhnya kita sekarang ini hidup di era teknologi dan informasi, yang apabila dicermati, telah banyak kemudahan tercipta yang memudahkan hidup kita sehari-hari.

Perhatikan saja di sekitar kita, apa saja yang tersentuh oleh teknologi dan informasi tsb pasti terjadi kemudahan.

Jadi, luangkan waktu sejenak untuk dapat berpikir dan bertindak guna mencapai kemudahan hidup di zaman serba canggih ini.

Walaupun hanya menyisihkan dua atau tiga jam per hari atau satu hari dalam seminggu, gunakan menyegarkan otak dengan melirik dan mempelajari keilmuan di sekitar kita, pasti banyak manfaatnya untuk penghidupan di masa depan.

Wallahu a’lam bishshawab.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (168 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *