1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (270 votes, average: 4.99 out of 5)

Loading...

Published on: 10 March, 2020 - 5:00 AM

Bagaimana Bisnis Kecil Dapat Bertahan dari Wabah Corona

Wabah Virus Corona merupakan yang pertama dan terpenting dalam sejarah tragedi manusia di abad ini, yang memengaruhi ratusan ribu bahkan jutaan orang. Ini juga memberikan dampak sangat signifikan pada pergerakan ekonomi global. Virus corona bukan hanya krisis kesehatan dengan proporsi yang sangat besar — ia juga merupakan restrukturisasi tatanan ekonomi global yang akan segera terjadi.

Ketika dunia berjuang untuk memahami dan merespons ancaman Coronavirus, kita sedang diuji dengan cara yang tidak terbayangkan. Setiap hari membawa informasi baru, yang menggelegar bahkan cenderung menakutkan, dan itu membutuhkan respons seluruh sistem yang ada, baik dari pemerintah, maupun dari kita sebagai pelaku bisnis, dan diri pribadi kita

Pemilik bisnis kecil yang mencoba mengatasi pandemi Coronavirus akan menghadapi pukulan finansial cukup telak. Ini akan menjadi jauh lebih buruk daripada krisis keuangan. Banyak bisnis kecil tidak akan dapat bertahan lebih dari sebulan.

Cukup banyak usaha kecil telah diperkecil dan ditutup sementara, karena konsumen tinggal di rumah untuk membendung penyebaran virus yang sangat menular ini – COVID-19. Tanpa uang tunai masuk, banyak bisnis kecil — terutama restoran dan toko — segera perlu mengurangi staf atau tutup untuk selamanya. Bagi banyak bisnis kecil ini, arus kas harian adalah sumber kehidupan mereka.

Bisnis kecil paling rentan, akan sulit bertahan lama. Mereka akan membutuhkan pinjaman tanpa bunga dan dukungan uang tunai untuk membayar pekerja mereka, yang menjaga bisnis mereka, ketika ada “lock down” di seluruh kota dan penutupan sekolah. Harapannya, konsumen mungkin melanjutkan beberapa kebiasaan belanja mereka. Jika bisnis kecil dapat tetap eksis, maka kita memiliki peluang lebih besar untuk pemulihan ekonomi setelah ancaman virus mereda.

Realitas suram memang semakin terlihat nyata. Sebagian besar pemilik bisnis kecil mengatakan mereka “sangat khawatir” tentang dampak ekonomi COVID-19. Mereka mengatakan bahwa permintaan pelanggan turun, dan sebagian dari mereka mengalami gangguan distribusi dan pasokan. Mereka tentu perlu tahu bahwa tetap ada pekerjaan dan penghasilan, ketika ada krisis ini. Ini memang harus dipikirkan jalan keluarnya, tidak saja tentang membantu bisnis kecil, tetapi juga tentang membantu karyawan mereka dan keluarga mereka.

Konsumen yang peduli dapat membantu dengan membeli dari bisnis lokal mereka, gerakan kecil ini dapat membantu bisnis mereka tetap hidup. Itu adalah cara terbaik untuk menggerakkan perputaran uang di bisnis kecil ini.

Perusahaan besar dan lembaga pemerintah dapat memberikan bantuan cepat, dengan cara membayarkan tagihan-tagihan yang berhubungan dengan bisnis lokal. Kejadian umumnya adalah ketika masalah ekonomi meningkat, perusahaan besar bahkan lembaga pemerintah, cenderung menghemat uang dengan cara menunda pembayaran kepada pemasok selaku relasi bisnisnya. Untuk relasi berasal dari bisnis kecil, mereka seharusnya mau membayar sesegera mungkin, guna mendukung jalannya bisnis, tidak hanya bagi vendor, tetapi juga demi berjalannya ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Mereka ini harus mau membayar semua faktur tagihan sekarang, dan membayar apa pun yang sudah jatuh tempo, bukannya menunda- nunda pembayaran dengan alasan wabah Corona. Dunia harus tahu dan menganggapnya sebagai bagian dari tanggung jawab mereka kepada pelaku bisnis kecil. Saya menekankan bahwa bertindak cepat, dengan mendukung langkah bisnis kecil, yang dipimpin pemerintah, itu sangat penting bagi keberlangsungan hidup bisnis kecil dan ekonomi makro secara keseluruhan.

Usaha-usaha kecil adalah tatanan bisnis terbesar di seluruh negeri ini. Hari-hari penting pada saat kritis akibat wabah ini sangat perlu dukungan, khususnya dari pemerintah dan perusahaan besar. Jika kita kehilangan bisnis kecil ini, akan memakan waktu lama untuk mengembalikan kondisi ekonomi negeri ini, yang mana, bisnis kecil ini seringkali oleh pemerintah digembar-gemborkan sebagai skala bisnis yang paling tahan banting dari beragam krisis, dan dapat menggairahkan sektor ekonomi negeri.

Saya sering mengutarakan kepada mereka, para pelaku bisnis kecil, untuk selalu optimis dan mau membayangkan awal yang baru. Sertakan pembelajaran saat Anda menjalani masa krisis ini. Tanyakan pada diri sendiri, bagaimana ini akan memengaruhi masa depan bisnis Anda, dan segera melakukan penyesuaian.

Penting untuk selalu diingat bahwa di setiap penurunan, ada peluang untuk kreativitas dan perubahan. Resesi memang menciptakan masalah baru, namun itu pun dapat berubah menjadi peluang bisnis. Beberapa bisnis mungkin akan jatuh, dan itu membuka pintu peluang bagi startup bisnis baru. Ketahuilah, investor cerdas akan terus mencari ide dan orang-orang baik, yang menjalankan bisnis. Tetap waspada dan berpikir kreatif dalam mencari pilihan dan peluang bisnis, yang dapat memberikan hasil besar, ketika semuanya kembali normal.

Keadaan masa depan akan membawa kehidupan normal baru, yang mungkin tidak bisa diprediksi pada hari ini. Yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita sebaik mungkin, untuk terus berjalan di dalam kekacauan wabah ini, dan membawa yang terbaik dari pribadi kita untuk mengerahkan potensi diri melalui tantangan-tantangan ini, menuju ke hari-hari yang baru dan membahagiakan.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (270 votes, average: 4.99 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *