1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (166 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 30 January, 2013 - 6:00 AM

10 Tips Pertahankan Karyawan Bintang

Kita hidup di masa di mana kesetiaan pada perusahaan tidak berarti seperti dulu. Pekerja memiliki reputasi untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, selalu mencari hal terbaik berikutnya. Bisnis-bisnis telah menyadari bahwa mereka harus mempromosikan tempat kerja sebagai lokasi ideal bagi karyawan berbakat, untuk melakukan pekerjaan hebat.

Ini tidak berarti bahwa retensi talenta kunci masih belum kritis. Masalah retensi karyawan, perusahaan teknologi memiliki tingkat turnover tertinggi dari industri mana pun. Mempertahankan talenta top adalah perjuangan bagi banyak bisnis, tetapi ada beberapa hal dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan tim muda dan berbakat Anda bertahan lebih lama dari rata-rata.

10 tips cara mempertahankan talenta terbaik:

1. Dorong fleksibilitas.

Pekerja saat ini menginginkan mobilitas dan fleksibilitas di tempat kerja, pilihan kerja jarak jauh, jam fleksibel, cuti panjang dan kebijakan perusahaan yang kondusif. Pekerja fleksibel tidak hanya lebih bahagia; mereka lebih produktif. Biarkan karyawan Anda bekerja sesuai dengan mobilitas yang mereka inginkan, mereka kemungkinan akan bertahan lebih lama dan memiliki dampak yang lebih positif pada bisnis Anda.

2. Tingkatkan strategi keterlibatan karyawan.

Hanya sekitar 33 persen karyawan baru yang sepenuhnya terlibat dalam peran baru mereka. Itu adalah statistik yang mengecewakan, mengingat usaha keras yang dilakukan banyak perusahaan untuk mencoba menciptakan pengalaman orientasi yang positif dan memastikan komunikasi terbuka. Investasikan waktu dan uang dalam mengembangkan strategi yang tepat dan menerapkan teknologi tepat untuk memastikan keterlibatan karyawan dan berdampak positif.

Tren yang muncul dalam pelibatan karyawan mencakup perangkat lunak kolaboratif, yang mencegah manajer menggunakan kekuasaan dengan menahan secara selektif informasi dan transformasi lengkap dari proses sehari-hari.

3. Buat program menarik untuk lulusan perguruan tinggi.

Survey mendapatkan sekitar 77 persen lulusan perguruan tinggi, bertahan di pekerjaan pertama mereka selama kurang dari satu tahun. Dalam upaya untuk memperbaiki masalah ini, banyak perusahaan teknologi menciptakan dan mengimplementasikan program untuk memelihara bakat mereka.

Beberapa organisasi menawarkan beasiswa jangka panjang untuk memberikan para siswa peluang magang di berbagai departemen di seluruh perusahaan, sementara organisasi lain menciptakan program intensif jangka pendek yang menawarkan kesempatan lulusan baru untuk memperbaiki keterampilan bisnis mereka dan belajar bagaimana memimpin.

4. Pastikan proses orientasi kerja selancar mungkin.

Tujuh puluh persen pekerja mengatakan bahwa mereka tinggal di perusahaan baru selama tiga tahun atau lebih jika mereka mengalami proses yang menguntungkan. Proses kerjs adalah titik sentuh kritis pertama yang Anda miliki dengan pekerja masa depan Anda. Dengan membuat prosesnya sehalus, secepat dan semudah mungkin, Anda akan mengirimkan pesan efisiensi dan keterusterangan pada karyawan berbakat Anda.

Setelah Anda mendapatkan karyawan baru, proses perekrutan belum berakhir. Memastikan karyawan Anda memiliki pengalaman orientasi kerja yang positif dan menarik, sama pentingnya dengan memastikan proses kerja Anda berjalan dengan baik. Proses orientasi adalah kesan pertama Anda dengan karyawan baru. Anda ingin mengedepankan yang terbaik, dan membuatnya cepat produktif sepenuhnya.

5. Seringlah memberikan kritik dan pujian yang membangun.

Kritik negatif dapat membunuh motivasi bahkan pada pekerja yang paling produktif sekali pun. Ada waktu dan tempat untuk kritik konstruktif, tetapi berhati-hatilah dengan cara Anda menyampaikannya kepada karyawan Anda. Ulasan akhir tahun terlalu sering, merupakan proses yang terburu-buru. Pertimbangkan mengubah atau mengganti ulasan akhir tahun Anda dengan cara berkomunikasi yang lebih langsung dan jujur. Pertemuan yang konsisten, tatap muka, satu lawan satu adalah cara yang bagus untuk memberikan karyawan berbakat Anda dengan kritik, umpan balik, saran, dan pujian yang membangun.

6. Berinvestasilah dalam alat dan teknologi untuk semua karyawan.

Salah satu keluhan utama yang dimiliki pekerja saat ini adalah perangkat keras dan teknologi yang ketinggalan zaman, yang menciptakan redudansi dan ketidakefisienan dalam alur kerja mereka. Teknologi yang rusak tidak hanya memperlambat karyawan Anda, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa bisnis Anda tidak tertarik untuk selalu mengikuti perkembangan terkini dengan alat otomatis. Tunjukkan kepada karyawan, bahwa Anda peduli terhadap mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan secara baik, dengan mempersenjatai mereka dengan alat dan teknologi.

7. Hilangkan hambatan yang tidak perlu di tempat kerja.

Pekerja menghabiskan rata-rata empat jam per minggu hanya mencari informasi yang tepat. Ini tidak hanya membuat frustrasi, tetapi juga penggunaan waktu mereka yang buruk. Hilangkan hambatan yang tidak perlu terhadap informasi di tempat kerja dengan mempersenjatai karyawan Anda dengan alat, perangkat, dan akses yang tepat.

Ikatkan metrik bisnis dengan hasil bisnis, dan berikan wawasan kepada pembuat keputusan dengan wawasan proaktif, yang akan membantu mereka menjadi lebih efektif dalam pekerjaan mereka.

8. Tawarkan peluang pengembangan profesional dan pendidikan berkelanjutan.

Selalu perbarui karyawan Anda, dan pastikan mereka sepenuhnya menyadari berbagai pilihan sertifikasi, pelatihan, dan pendidikan yang tersedia bagi mereka. Untuk mendorong karyawan memanfaatkan program pendidikan tambahan, banyak organisasi menawarkan penggantian uang sekolah sebagian atau seluruhnya dan / atau cuti untuk menyelesaikan kursus atau sekolah.

Memberi pekerja Anda akses yang konsisten ke peluang pengembangan profesional, akan menciptakan lingkungan di mana pendidikan dan pembelajaran dihargai.

9. Buat saluran dua arah untuk terlibat dengan umpan balik karyawan.

Komunikasi adalah akar dari banyak frustrasi karyawan. Pastikan bisnis Anda menciptakan saluran untuk umpan balik yang jujur dan spesifik dari dan kepada karyawan Anda, memberikan pujian dan kritik membangun secara real time. Komunikasi top-down dapat dengan cepat menjadi berantakan dan berbelit-belit. Alih-alih, fokuslah pada percakapan langsung, satu lawan satu bila memungkinkan. Dan menyediakan ruang digital seperti komunitas karyawan untuk memungkinkan pekerja berkumpul dan menyelesaikan masalah tanpa manajemen selalu berada di tengah.

10. Teruslah membina dan mendukung karyawan berbakat dan loyal.

Jika bisnis Anda melakukan pekerjaan dengan baik dalam mempertahankan karyawannya, pada akhirnya akan menjadi pengaruh internal yang positif untuk organisasi Anda. Namun, pekerjaan Anda mempertahankan karyawan ini belum selesai.

Terus memelihara dan mendukung aset-aset ini untuk bisnis Anda dengan menawarkan mereka peluang berkelanjutan untuk pertumbuhan dan pengembangan profesional, terus memberikan umpan balik yang konstruktif dan menunjukkan kepada mereka, bahwa pendapat dan upaya mereka didengar dan dihargai.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

Twitter: @Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (166 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *