1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (146 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 20 July, 2013 - 1:00 PM

Pemikiran Berdasarkan KENYATAAN

Seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan sebelumnya, ciri-ciri pemikiran yang salah adalah emosionalitas, kurangnya objektivitas, dan sangat egosentris. Gaya berpikir ini bagaikan pusaran air yang mengelilingi kita, dan sangat egois. Anda harus dapat memahaminya, sehingga Anda akan dapat berpikir objektif, dan mengevaluasi pikiran-pikiran ini secara realistis.

Pilihlah PIKIRAN SALAH yang Anda miliki, dan ujilah berdasarkan kenyataan. Fokuskan pada salah satu masalah yang telah Anda temukan.

Pertimbangkan hal-hal berikut ini, dalam rangka proses Pemikiran Berdasarkan Kenyataan:

  • BUKTI
    • Bukti apakah yang dapat mendukung pikiran Anda?
    • Bukti apakah yang ada — yang bertentangan dengan pikiran itu?
  • INTERPRETASI ALTERNATIF
    • Bagaimana reaksi orang lain jika berada dalam situasi ini?
    • Nasihat apakah yang akan Anda berikan kepada orang lain, yang berada dalam situasi ini?
    • Bukti apakah yang ada sekarang, yang dapat mendukung alternatif ini?
  • EFEK
    • Tujuan apa yang ingin Anda capai dalam situasi ini?
    • Apakah Interpretasi Negatif ini membantu, atau justru membuat Anda gagal mencapai tujuan?
    • Efek apakah yang terjadi dari alternatif itu?

Dalam cengkeraman kesalahan berpikir, kita cenderung tidak memperhatikan hal-hal yang positif.  Dalam sebuah pelatihan kepemimpinan, seorang Accounting Manager perusahaan mengatakan bahwa ia dapat menghadapi siapa pun dan apa pun, kecuali putranya. Putranya memiliki semua kebiasaan buruk, seperti tidak pernah merapikan kamar tidurnya selama berminggu-minggu, mencampakkan baju kotor begitu saja, pulang sering terlambat, suka memutar musik dengan volume tinggi yang memekakkan telinga, sedikit bicara dan hanya seperlunya.

Saya bertanya kepada manager ini, kapan terakhir kali ia mengatakan sesuatu yang positif kepada putranya. Ia kaget ketika menyadari, bahwa hal itu terjadi bertahun-tahun yang lampau.

Sobat, memang sangatlah mudah untuk memiliki kebiasaan buruk, berpikir secara salah, BUKAN berpikir berdasarkan kenyataan, sehingga itu cenderung menghasilkan hal-hal negatif dan tentu saja efeknya sangat tidak memberdayakan diri. Cobalah selalu memperhatikan perubahan-perubahan yang positif sekecil apa pun itu. Karena kalau Anda mengabaikan perubahan positif, itu dapat menimbulkan efek yang menghancurkan, bahkan seringkali menghasilkan hal-hal yang berlawanan dengan harapan.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (146 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *