1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (170 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 10 December, 2013 - 10:00 AM

Cara Belajar Cepat MENYERAP Pengetahuan

Apakah Anda mengenal situasi ini? Anda belajar keras untuk sebuah evaluasi atau tes. Sudah beberapa hari, Anda bangun lebih cepat. Anda menekuni bahan evaluasi atau tes itu sepanjang hari. Merasa lelah ketika pergi tidur di malam hari. Yakin telah menanamkannya sedemikian kuat di otak Anda, sehingga tidak ada yang mungkin terlepas dari dalam pikiran.

Tibalah hari ujian, Anda duduk, memegang pena di tangan, dan merasa terkejut… Karena, meskipun sudah mengerahkan seluruh tenaga, banyak detil yang Anda lupakan. Anda tidak dapat menjawab pertanyaan… Atau, sebaik-baiknya… Anda hanya dapat menjawab sangat sedikit pertanyaan, dan itulah penyebab kegagalan Anda dalam meraih impian untuk lulus atau lolos tes dengan predikat memuaskan.

Dimana letak kesalahan Anda? Anda mungkin telah belajar dengan giat, tapi mungkin gagal memanfaatkan seluruh proses belajar.

Menyerap ilmu pengetahuan, bukanlah sekedar membacanya, namun yang penting adalah proses keseluruhan. Belajar dengan cara menenggelamkan diri dalam sebuah subyek hanya akan memberikan sedikit manfaat.

Menurut para ilmuwan, proses belajar ini berkembang melalui tiga tahap:

  • Periode sebelum belajar
  • Periode ketika belajar
  • Periode setelah belajar

Anda mungkin belum menyadari, bahwa proses belajar dimulai pada saat Anda menyadari PERLU MEMPELAJARI SESUATU. Proses berakhir, setelah Anda meninggalkannya, dan tidak pernah dapat melupakan, atau tidak ada lagi kebutuhan untuk menggunakan informasi tersebut.

Anda hanya meluangkan sedikit waktu, bagi apa yang Anda kira “belajar” — membaca, meneliti, mendengarkan para ahli. Tetapi, waktu sebelum dan sesudah itu, bahkan sebagian besar waktu selama menerima pengetahuan, kerap sekali diabaikan untuk mengoptimalkan kekuatan belajar Anda.

Misalnya, sebelum muncul sebuah software baru, Anda dapat menanyakan informasi yang mungkin dibutuhkan, berdasarkan pada apa yang sudah diketahui tentang software. Jika tidak tahu apa-apa tentang software, Anda dapat meminta petunjuk teman-teman Anda, yang mengetahui tentang software. Sambil mempelajarinya, Anda dapat berusaha mengantisipasi cara kerja berbagai operasi, sebelum mencari atau meminta bantuan. Setelah itu, Anda dapat menggunakan kenikmatan mempelajari tugas baru, dan menantang untuk memikirkan tentang detil, sampai Anda hafal di luar kepala.

Persiapan adalah 90% dari segalanya! Kalimat ini bukanlah sekedar motivasi. Orang yang jenius, dikatakan memiliki 90% persiapan, dan 10% inspirasi. Hukum 90% ini juga berlaku untuk belajar.

Contoh, ketika dua perusahaan setuju untuk merger, mungkin hanya butuh beberapa menit untuk menyusun, dan menandatangani surat perjanjian. Tetapi, perlu waktu berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun sebagai persiapan, untuk memikirkan, meneliti, dan negosiasi, guna mencapai kesepakatan. Masing-masing perusahaan saling meneliti aset perusahaan lain — produktivitas, laba bersih, piutang, beban kerja pegawai, pasar di masa datang, dan ribuan detil lainnya; sebelum menentukan apakah merger harus dilakukan, dan dengan persyaratan apa.

Ada tiga langkah penting, diperlukan untuk memperoleh manfaat terbanyak dari waktu belajar:

  • Mengevaluasi apa yang sudah diketahuinya tentang subyek belajar.
  • Menetapkan target yang akan menjadi daerah belajar terpenting.
  • Mengambil segala tindakan ke depan, untuk memastikan apa yang ingin dipelajari.

Kunci memperoleh pengetahuan dengan cepat adalah keterlibatan mental dan emosional sepenuh hati, selama waktu yang Anda gunakan untuk belajar.

Kadang, tidak semua yang Anda pelajari itu hal yang menarik atau menyenangkan. Kadang Anda merasa bahwa Anda mempelajari hal “sampah”, sehingga belajar menjadi sangat membosankan. Nah, inilah yang harus Anda ubah. Anda harus dapat mengubah diri Anda, dari bosan, menjadi sangat tertarik —- walaupun materi yang dipelajari tampak kering, dan tidak menarik.

Cara satu ini, dapat membuat mental Anda menjadi luar biasa prima, membuat rasa bosan Anda cepat berubah menjadi rasa sangat tertarik, meskipun materi belajar Anda itu membosankan pada awalnya. Cara ini disebut sebagai PROPOSISI. Proposisi adalah ide dan pertanyaan tentang mengapa Anda mempelajari, dan apa yang Anda harapkan ketika belajar. Tidak masalah, apakah Anda sedang membaca, mendengarkan ceramah atau kuliah, atau pun menyaksikan video.

Jika ingin terlibat, dan tetap terlibat … ajukan pertanyaan, dan coba pikirkan ide-ide Anda tentang subyek belajar itu, sejak Anda duduk mendengarkan, sampai seluruh pengalaman pembelajaran tersebut berakhir. Memikirkan ide-ide dengan cerdas dalam bentuk Proposisi, dan kemudian membaliknya untuk memperoleh pengetahuan, itu membuat Anda terlibat secara intelektual dan emosional. Anda dapat membuat proyeksi Anda sendiri tentang subyek belajar Anda tersebut. Anda dapat berpikir lebih cepat daripada jika hanya membaca atau mendengarkan orang lain berbicara.

Proposisi, menjaga perhatian Anda, agar tidak mengembara kemana-mana, hal yang mengganggu kemampuan belajar Anda. Kita merasa senang, ketika proyeksi kita dibenarkan oleh apa yang kita baca, atau apa yang kita dengar. Dan, kita kurang senang jika proyeksi kita tersebut salah. Pahamilah, Jawaban yang Benar tentang Proyeksi itu, akan Tertanam dan Bertahan di dalam benak kita.

Pada umumnya, kita “membiarkan” pengalaman belajar terlepas (lenyap) begitu pengalaman tersebut usai. Misalnya, ketika kita di sebuah seminar, meninggalkan presentasi peningkatan kualitas diri, saat itulah menjadi akhir dari pengalaman belajar kita. Sebagian besar dari kita, sering memikirkan hal lain, sehingga sulit mengingat apa yang kita dengar dan baca.

Penelitian para ahli menunjukkan, bahwa seperti periode sebelum sebuah pengalaman belajar — periode beberapa jam sampai beberapa hari sesudah pengalaman tersebut, LEBIH MENENTUKAN apa yang Anda peroleh — dibandingkan dengan apa yang Anda kerjakan selama periode belajar.

Sebagai analogi, ketika Anda jatuh cinta. Apakah Anda membayangkan wajah dan fisik orang yang Anda cintai, setelah bertemu dengannya? Dapatkah menjelaskan secara rinci, tanpa berhenti untuk berpikir? Yah, Anda pasti dapat melakukan itu. Waktu yang digunakan untuk membayangkan dirinya, menjadi alasan mengapa Anda dapat mengingat dengan baik, wajah kekasih Anda.

Anda dapat mengambil manfaat dari teknik psikologi ini, untuk mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran yang lebih rumit, atau pun yang tampak tidak relevan. Teknik ini disebut KETERIKATAN. Anda akan merasa senang mempelajari sesuatu yang melibatkan Anda secara emosi.

KETERIKATAN, bekerja dengan prinsip, bahwa kita menggunakan sebagian besar waktu, untuk memikirkan hal-hal yang menimbulkan emosi mendalam pada diri kita.

Pikiran kita berulang-ulang menghadapi, sesuatu yang tampak konyol, menarik, lucu, mengancam, atau pun yang sangat positif. KETERIKATAN adalah sebuah Strategi, yang terdiri atas tujuh bagian untuk mengarahkan emosi kepada apa yang telah Anda pelajari, baik ringan atau pun berat kandungan pelajaran itu. Seperti saya tulis di bawah ini:

  • Bersihkan pikiran dari perasaan-perasaan negatif, tentang apa yang Anda pelajari.
  • Carilah setiap cara yang mungkin, untuk memperoleh manfaat besar, dari apa yang Anda pelajari.
  • Identifikasikan hal paling menarik, dari apa yang Anda pelajari.
  • Cobalah mengingat sesuatu yang menyenangkan atau lucu, berkaitan dengan apa yang Anda pelajari.
  • Cobalah mengingat sesuatu yang tampaknya bodoh, terkait dengan belajar Anda.
  • Cobalah mengingat hal yang membuat Anda marah, ketika Anda belajar.
  • Cobalah mengingat sesuatu yang membuat Anda merasa terancam, terkait dengan apa yang Anda pelajari.

Hal-hal tersebut di atas adalah bagian penting dari semua pelajaran Anda. Anda akan gagal menggunakan seluruh potensi kekuatan otak Anda, jika Anda mengabaikannya begitu saja. Selamat belajar, semoga sukses selalu!

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (170 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *