1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (189 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 01 November, 2019 - 5:00 PM

Dimensi Budaya untuk Kewirausahaan Pemuda

Ketika kita merujuk pada sumber daya dan kekayaan suatu negara, kita merujuk pada posisi ekonomi mereka, ketersediaan sumber daya alam, status keuangan serta keadaan pertumbuhan teknologi, dll. Namun tidak banyak perhatian diberikan untuk menilai modal manusia terutama potensi modal para pemuda. Memang benar bahwa pemuda adalah masa depan setiap bangsa, sebuah fakta yang cenderung dilupakan oleh kebanyakan orang. Setiap negara tampaknya terjebak dalam mengejar prioritas saat ini, dan tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap perkembangan pemuda yang akan menjadi sumber daya manusia masa depan.

Jika kaum muda harus dikembangkan sebagai generasi masa depan yang penuh sumber daya dan inovatif, upaya harus terus dilakukan oleh semuanya, termasuk keluarga, masyarakat, komunitas, sekolah, perguruan tinggi serta industri dan pemerintah juga. Dengan demikian masing-masing memiliki peran penting dalam berkontribusi dalam penciptaan Kewirausahaan Pemuda.

Keluarga dan Komunitas memainkan peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan membimbing remaja untuk mengejar dan meraih masa depan mereka. Biasanya komunitas dan masyarakat yang harus berusaha atau berjuang untuk mendapatkan nafkah ekonomi, terlihat memandang bahwa kaum muda harus mengambil pekerjaan dan mulai berkontribusi pada pendapatan keluarga dan membantu menangani pengeluaran.

Sebagian besar negara dunia ketiga dan populasi pemuda pedesaan menghadapi kenyataan ini. Latar belakang sosial dan budaya keluarga dan masyarakat, berpengaruh dalam mendukung atau menghambat budaya dan perilaku kewirausahaan. Komunitas yang peka terhadap pengembangan aspirasi kaum muda akan menciptakan tren kewirausahaan. Kita melihat dari sejarah baru-baru ini bahwa masyarakat Amerika telah mempromosikan budaya kewirausahaan kaum muda yang menghasilkan ratusan Youth Entrrpreneur di Lembah Silikon serta daerah lainnya. Orang-orang Eropa khususnya Pemuda di Inggris tampaknya termotivasi untuk mengambil pekerjaan di perusahaan dan tidak harus berjuang membuka usaha sendiri. Budaya Kewirausahaan memungkinkan seseorang untuk belajar berusaha, dan boleh melakukan kesalahan darinya, yang akhirnya melahirkan Kewirausahaan dan Kreativitas Pemuda. Pandangan budaya masyarakat pada umumnya adalah hasil dari sejarah dan tradisi bertahun-tahun yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Di tingkat mikro, pandangan masyarakat dan keluarga terhadap uang, standar hidup, pendidikan, dan aspirasi mereka, juga memandu proses berpikir mereka bagi kaum muda. Masyarakat yang makmur dan progresif, menciptakan lingkungan yang sehat, dan permintaan akan produk dan layanan; sehingga itu menciptakan peluang bisnis. Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pandangan tradisional mereka terhadap pendidikan, juga memainkan peranan penting yang membantu kaum muda untuk bermimpi, bercita-cita dan berusaha untuk mengeksplorasi usaha-usaha baru, dan peluang untuk menumbuhkan pengetahuan mereka. Hal ini memungkinkan pemikiran bebas, menunjukkan bakat mereka, berjuang untuk kemandirian ekonomi, serta membuka luas pemikiran dan meningkatkan pertumbuhan pribadi mereka.

Secara historis, Cina, India, dan Persia serta Eropa adalah pusat yang mempromosikan Pendidikan dan kemajuan di semua bidang sains dan teknologi. Zaman modern telah melihat Amerika dan Eropa menjadi pusat pendidikan internasional, yang menarik ribuan siswa dari seluruh dunia. Pandangan tentang kehebatan Universitas-universitas di Amerika dan Eropa telah membentuk pandangan para mahasiswanya, yang telah berubah menjadi manusia progresif, giat, dan unggul, yang telah berkontribusi dan memberikan kemampuannya kembali kepada masyarakat luas. Pandangan budaya ini dan dampak yang dihasilkan pada remaja telah mendorong orang tua dari semua negara, untuk mengirim anak-anak mereka ke luar negeri, untuk studi yang lebih tinggi. Jika para ilmuwan dan dokter serta profesional TI selalu mencari untuk bermigrasi ke Amerika, itu karena terbukanya kebebasan dan peluang serta semangat Kewirausahaan yang disediakan negara untuk kaum muda.

Setiap komunitas dan masyarakat cenderung memiliki pandangan budayanya sendiri yang agresif, cinta damai, progresif, liberal, konservatif dll. Pandangan masyarakat memiliki pengaruh pada gaya hidup keseluruhan dan pemikiran generasi muda, serta pandangan dan kemajuan bangsa juga.

Keluar dari pola pikir budaya, negara-negara saat ini telah mengakui perlunya membangun dan melatih generasi muda mereka, dengan memberikan pendidikan dan keterampilan yang diperlukan, untuk menjadikan mereka pencipta pekerjaan daripada pencari kerja. Beberapa program dan dana telah disediakan oleh Pemerintah Negara Dunia serta Organisasi Nirlaba Dunia seperti ILO, UNESCO dan lainnya.

Namun upaya membangun kesadaran dan memberikan pelatihan masih sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan di tingkat global. Sementara lembaga-lembaga pemerintah berusaha yang terbaik untuk mempromosikan Kewirausahaan Pemuda, masih ada banyak lagi yang dapat dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Industri, serta Lembaga Pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi dan partisipasi kolektif dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi muda yang akan datang.

Semoga harapan saya ini, juga menjadi harapan setiap orang yang peduli pada kiprah kaum muda yang penuh semangat juang turut berkontribusi aktif, demi kebaikan dan kesejahteraan bersama, bangsa dan negara kita tercinta, Republik Indonesia.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (189 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *