1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (248 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 28 January, 2020 - 8:00 AM

4 Cara Menggunakan Ketakutan sebagai Motivasi

Ada satu pelajaran penting. Ketakutan adalah motivator yang kuat untuk mengangkat Anda keluar dari kebiasaan, dan membuat Anda bergerak. Tetapi jika hidup dalam kondisi ketakutan yang terus menerus, itu akan merusak. Pikirkan, rasa takut itu ibaratnya seperti roket pendorong di pesawat ulang-alik, yang membantunya lepas dari gaya gravitasi, dan kemudian dibuang ketika tidak lagi dibutuhkan, demikianlah perumpamaan dari rasa takut. Dengan memainkan beberapa permainan pikiran, Anda dapat mengubah ketakutan, dari kekuatan yang menahan Anda, berubah menjadi kekuatan yang mendorong Anda maju.

Ketakutan bisa bermanfaat, tetapi harus ada sesuatu yang Anda tuju, harus ada tujuan untuk mempertahankan motivasi.

Inilah 4 Cara menggunakan rasa takut sebagai bahan bakar motivasi Anda:

1. Jadikan Zona Nyaman Anda, Sangat Tidak Nyaman

Salah satu cara paling sederhana untuk keluar dari zona nyaman adalah membuat zona nyaman Anda benar-benar tidak nyaman. Akuntabilitas adalah salah satu cara untuk membuat zona nyaman Anda saat ini tidak nyaman. Cobalah gunakan pendekatan-pendekatan, yang membuat zona nyaman Anda, menjadi tidak nyaman. Tanyakan kepada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa membuat zona nyaman saya, lebih tidak nyaman dibadingkan melakukan sesuatu pekerjaan yang akan membuat saya maju?” Ada Pepatah Jepang; “Ketakutan hanya sedalam pikiran yang memungkinkan.”

2. Lebih Peduli pada Pendukung Anda daripada Pembenci Anda

Satu ketakutan yang umum di antara orang-orang berprestasi adalah, “Bagaimana jika orang mengkritik saya?” Mereka bahkan mungkin merasa tidak enak tentang hal itu dan menyimpulkan, “Saya tahu saya seharusnya tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang, tetapi saya tidak bisa menahannya.” Pertimbangkan ini, untuk benar-benar “tidak peduli pada apa yang orang lain pikirkan tentang Anda”. Janganlah Anda menjadi terprogram untuk selalu menyesuaikan diri dengan pendapat orang lain.

Adalah normal bagi kita untuk takut kritik, daripada melawannya. Rahasianya adalah Anda hanya lebih peduli pada mereka yang mendapat manfaat dari Anda, daripada para pembenci yang sebenarnya iri dengan kesuksesan Anda. Gunakan rasa takut untuk mengecewakan mereka yang mendapatkan manfaat, sehingga itu menjadi motivator yang kuat bagi Anda untuk terus maju.

Tanyakan kepada diri sendiri, “Siapa yang akan menderita, bahkan jika saya belum mengenal mereka — jika saya tidak mencapai kesuksesan yang lebih besar, dan mau membagikan ilmu pengetahuan saya?”

3. Penuhi Keinginan Masa Depan Anda

Melakukan hal-hal kecil, ini berasal dari menghindari kekecewaan, yang mungkin dirasakan seseorang jika mereka tidak mencapai tujuan yang besar. Alih-alih mencoba menghindari kekecewaan, bagaimana jika Anda menggunakan rasa takut akan kekecewaan untuk kebaikan Anda?

Mari sejenak kita bermain mengolah pikiran. Bayangkan diri Anda 10 tahun di masa depan, tanpa punya impian Anda. Cobalah Anda meninjau 10 tahun sebelumnya, dan berpikir tentang bagaimana Anda menjauh dari peluang, dan setuju untuk menjadi biasa-biasa saja. Bagaimana rasanya?

Sekarang bayangkan diri Anda di ranjang kematian Anda, melihat kembali kehidupan Anda. Batu nisan Anda akan terbaca, “Di sinilah tempat peristirahatan terakhir. Dia adalah orang biasa yang tidak menginspirasi siapa pun. Dia akan segera dilupakan.” Bagaimana rasanya Anda memutuskan untuk bermain aman tanpa tantangan di sepanjang hidup Anda?

Anda mungkin menemukan hidup Anda kurang tentang apa yang Anda lakukan, atau yang tidak Anda capai, dan lebih banyak tentang bagaimana Anda muncul untuk mengambil ancang-ancang. Sedikit kekecewaan sekarang bisa menyengat, tetapi kekecewaan besar terasa bertahun-tahun di ujung jalan — menyadari aktualitas hidupmu yang terbuang sia-sia — itu bisa menghancurkan jiwa.

Tanyakan kepada diri sendiri, “Apakah saya lebih suka mengalami ketidaknyamanan dari ambisi tertentu yang tidak tercapai, atau kekecewaan yang menghancurkan karena tidak muncul sebagai diri saya yang terbaik?”

Jangan pernah takut mencoba hal baru. Ingat, para amatir membangun sampan, dan para profesional membangun Kapal Pesiar.

4. Gunakan Ketakutan Sebagai Seorang Guru

“Aku tidak bisa melakukannya!” Ucapan ini kedengarannya seperti keyakinan terbatas, dan menimbulkan rasa takut yang melumpuhkan. Jika Anda tidak percaya bahwa Anda dapat mencapai tujuan, berapa peluang yang akan Anda kejar dengan sepenuh hati?

Bagaimana jika ketakutan itu sebenarnya mencoba membantu Anda mempelajari sesuatu? Ada banyak hal yang benar-benar tidak dapat Anda capai, dan itu tidak apa-apa. Yang perlu Anda lakukan dalam situasi ini hanyalah mengenali fakta sederhana. “Aku tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi kita bisa melakukannya bersama.” Sekarang Anda terbebas dari keyakinan bahwa Anda perlu melakukan sesuatu sendiri, dan dapat membebaskan diri untuk menerima bantuan dari orang lain.

Ketakutan bukanlah bukti palsu yang kelihatan nyata. Beberapa ketakutan tidak logis dapat diatasi dengan menggunakan berbagai bentuk terapi, sedangkan ketakutan lainnya adalah kekhawatiran yang dibawa oleh pikiran bawah sadar Anda ke permukaan, untuk membantu Anda mengembangkan strategi guna menghindari kegagalan.

Kekhawatiran jika Anda tidak dapat melakukan sesuatu, dapat menjadi motivasi untuk menemukan mentor, membangun tim, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Daripada mengandalkan afirmasi positif untuk mengesampingkan semua ketakutan, Anda akan merasa lebih bermanfaat untuk mengakui ketakutan itu, dan memperoleh pelajaran dari ketakutan untuk mendapatkan cara-cara baru dalam meraih impian Anda.

Ketika Anda memahami pelajaran, yang coba diajarkan oleh rasa takut, maka rasa takut itu sering hilang dengan sendirinya. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang ditakuti oleh rasa takut ini kepada saya? Apa yang mengubah ketakutan menjadi teman saya?”

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (248 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *