1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (202 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 17 July, 2020 - 2:00 PM

3 Alasan Berhenti Memotivasi Teman Untuk Jadi Pengusaha

Saya tahu bahwa keputusan saya untuk jadi pengusaha adalah benar. Dan saya cocok untuk menjalankan bisnis sendiri, karena berbagai sifat yang saya miliki. Saya senang berjualan dan menikmati penjualan. Saya tidak keberatan dengan penghasilan yang agak tidak stabil, setidaknya saat saya baru memulai. Saya suka memecahkan masalah, dan berurusan dengan orang-orang. Saya sangat menghargai kebebasan pribadi, untuk menentukan jadwal dan proyek saya sendiri, sesuai dengan kemampuan saya. Saya bersedia hidup secara sederhana, dan tak iri dengan cita-cita teman-teman saya, seperti segera membeli mobil, rumah, melakukan pesiar, pesta, dll; semata-mata ini untuk membuat semuanya berjalan baik bagi saya pada awal memulai bisnis saya sendiri.

Saya telah membuat pilihan untuk langsung terjun ke dunia bisnis ini, karena masuk akal bagi saya sebagai individu yang ingin kebebasan dalam hal menentukan model kehidupan saya sendiri.

Saya sering bertanya kepada diri sendiri, selftalk dan introspeksi, bagaimana saya memulainya, apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan tempat saya di dunia bisnis. Dan bagaimana saya mempertahankan motivasi diri saya untuk terus berjalan meraih impian saya, meskipun ada halangan apa pun di sepanjang jalan saya? Tetapi begitu saya mulai menjelaskan bagaimana, dan apa saja yang terlibat tersebut kepada orang-orang, khususnya teman-teman saya; beberapa orang justru merasa tertekan batinnya, bahkan merasa dimatikan motivasi hidupnya.

Di masa lalu, saya sering mencoba mengajak teman-teman saya untuk memulai bisnis, tetapi saya segera mengetahuinya, bahwa itu ternyata hanya membuang-buang energi dan waktu. Bukan karena saran saya tidak baik, tetapi hanya karena orang-orang itu tidak cocok untuk kehidupan sebagai pengusaha. Dan tidak ada yang salah dengan hal itu. Itu sangat normal, sangat manusiawi.

Pada kenyataannya, ada banyak jalur menuju ke tujuan hidup meskipun melalui jalan berbeda. Ketika Anda berjalan dari satu titik menuju ke titik selanjutnya dengan cara yang hanya masuk akal bagi Anda, maka sepertinya itulah satu-satunya cara bagi Anda.

Alhasil, Anda mungkin melakukan ceramah motivasi kepada semua teman Anda tentang bagaimana mereka seharusnya juga melakukannya, seperti halnya Anda, bahkan jika mereka tidak berminat atau takut tidak sesuai dengan dirinya.

Itulah alasan saya menulis artikel ini, untuk semua orang yang ingin tahu, dan yang memberitahu semua orang untuk menjadi pengusaha.

1. Jadi Pengusaha Butuh Tipe Kepribadian Tertentu

Banyak dari kita yang menikmati gaya hidup ini sedikit eklektik. Beberapa bahkan mungkin menyebut pengusaha itu gila. Saya tidak akan berdebat dengan mereka. Pasang surut gaya hidup sebagai pengusaha ini diperuntukkan bagi mereka yang bisa menanganinya.

Penghasilan satu bulan bisa luar biasa, sementara bulan berikutnya hampir tidak ada apa-apanya. Jika itu membuat Anda khawatir, saya sangat menyarankan agar memikirkan kembali keputusan Anda tentang bekerja untuk diri sendiri sebagai pengusaha.

Hidup ini adalah berkisar tentang menjadi seorang pemula dan itu memang kebenarannya. Di setiap langkah dalam kehidupan ini, selalu ada permulaan. Selalu ada langkah awal, yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Pemula adalah seseorang yang dapat mencari tahu apa yang perlu mereka lakukan, dan mulai melakukannya, bahkan kadang-kadang tanpa rencana yang dikembangkan sepenuhnya. Itu seseorang yang mengambil tindakan segera, dan mengajukan pertanyaan serta memperoleh jawabannya nanti.

Jika Anda tidak mau bekerja berjam-jam, setidaknya di awal, itu mungkin bukan jalan untuk Anda. Jika Anda tidak bersemangat tentang perjalanan mencapai ketinggian baru, saya tidak akan menunjukkan bagaimana menempuh jalan itu.

2. Tidak Semudah Kelihatannya

Beberapa teman saya bertanya kepada saya tentang apa yang saya lakukan. Ketika saya menjelaskan hari kerja saya, dan apa yang terlibat, komentar yang sangat umum adalah, “Hidup Anda sangat mudah! Anda adalah orang yang sangat beruntung!”

Saya mengakui bahwa saya beruntung dalam arti saya telah membuat keputusan tertentu, dan memiliki orang-orang tertentu dalam hidup saya, yang berperan dalam membuat keputusan itu, tetapi semua ini tidak mudah!

Bahkan, saya benci memberi tahu orang lain apa yang telah saya lakukan, karena itu membuat percakapan menjadi canggung. Saya tidak bisa mengaitkan dengan masalah yang dimiliki oleh kebanyakan orang, misalnya hubungan dengan rekan kerja, bos, dan merasa tertekan saat mengikuti jadwal waktu kerja.

Pikiran seseorang membuat jalannya sendiri, namun seperti halnya angin puyuh, yang kacau pada waktu-waktu tertentu. Setiap orang memiliki pola pikirnya masing-masing, dan bagi saya membayangkan bisnis sendiri itu lebih jelas.

Kebanyakan orang melihat dari luar, hanya di sisi produktivitas dan kesejahteraan pengusaha, yang mana itu sebenarnya normal saja bagi seorang pengusaha.

Kebanyakan orang tidak melihat, bagaimana pengusaha merasa takut pada kesepakatan pengerjaan proyek, karena takut tidak dapat melakukannya dengan baik, dan bagaimana berurusan dengan depresi mental dan berbagai tekanan batin lainnya. Bicara tentang kecemasan, adalah bagian kehidupan yang normal bagi pengusaha. Ini adalah dorongan / tarikan konstan di antara hal-hal ekstrem di lingkungan pengusaha.

Satu bulan, semuanya tampak berjalan dengan baik. Anda menghasilkan uang, dapat tidur nyenyak, dan bersosialisasi rutin secara normal. Bulan berikutnya, mungkin Anda memperketat tenggat waktu, mendaftar kembali hal-hal yang harus dilakukan, dan bertanya-tanya apakah akan lebih mudah untuk melanjutkan pekerjaan proyek Anda. Namun terlepas dari itu, setidaknya Anda tidak perlu khawatir mengatur jadwal Anda sendiri, bukan?

3. Tidak Masuk Akal Bagi Semua Orang

Tidak setiap orang dapat melakukan hal-hal yang dibutuhkan oleh bisnis. Dan, tidak semua orang mau. Tuntutan seseorang untuk memulai bisnis sendiri, jauh berbeda dari mereka yang bekerja untuk bisnis.

Beberapa orang memiliki bakat untuk manajemen organisasi, komunikasi, atau penjualan. Beberapa dari mereka tidak ingin melakukan hal lain di luar bakatnya.

Sesuatu yang saya benci adalah mencoba menjelaskan kepada seseorang yang hanya ingin bekerja di pekerjaan yang menurut mereka ini sudah sesuai dengan mereka, dan menjelaskan mengapa mereka harus mampu bekerja sendiri. Ini sungguh menyebalkan.

Mungkin mereka tidak peduli saat harus melakukan sesuatu sendiri, ketika mereka benar-benar menyukai pekerjaan mereka. Dan, mungkin pekerjaan mereka adalah satu-satunya yang memberi mereka uang yang mereka butuhkan.

Lihat sisi positifnya. Meskipun Anda mungkin antusias dengan keputusan Anda untuk menjadi pengusaha, ada banyak orang lain mungkin tidak tertarik. Hemat energi Anda dan habiskan untuk menjadikan diri Anda dan bisnis Anda lebih baik. Mereka itu bukanlah Anda, dan itu pun tidak menjadi masalah bagi Anda dan bisnis Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Twitter: @Wuryanano

Owner SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (202 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *