1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (92 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Published on: 29 October, 2020 - 8:15 PM

5 Cara Pulih Dari KELELAHAN Wirausaha

Jika Anda ingin sukses dalam hidup dan bisnis Anda, Anda perlu tahu bagaimana mengatur keduanya dengan aman dan seimbang.

Saat awal menjalani kehidupan sebagai Wirausaha, saya senang dan takut pada saat yang sama; pemikiran menjadi Wirausaha ini jauh dari apa yang diajarkan selama 5+ tahun pendidikan perguruan tinggi saya.

Setelah itu, aktivitas hidup saya terdiri dari seperti hal-hal ini: menulis posting di website saya ini, promosi di media sosial, mewawancarai tamu dan calon karyawan, memberi materi belajar untuk kelas pelatihan saya, memberikan pelatihan kewirausahaan di berbagai institusi negeri dan swasta, dan mengerjakan tugas hampir penuh waktu saya dari beberapa kontrak pelatihan dengan perusahaan relasi.

Padatnya jadwal kerja dan tugas saya, seringkali membuat saya kelelahan, membuat stamina saya turun drastis. Akhirnya, saya harus memutuskan untuk mengubah strategi kerja saya. Saya membutuhkan waktu 2 tahun untuk mendapatkan kembali keseimbangan hidup dan kontrol penuh pikiran-tubuh saya, lalu kembali ke permainan dengan semangat baru.

Berikut adalah 5 Hal, yang saya pelajari tentang Proses Pemulihan Keseimbangan Hidup, setelah kelelahan:

1. Periksa dari mana niat Anda berasal

Dengan banyaknya pengusaha yang menutup toko, beralih ke ide bisnis lain, dan timbulnya kelelahan secara umum, adalah penting untuk melihat ke dalam diri Anda.

Menghasilkan uang itu keren, tetapi tanyakan pada diri Anda, mengapa Anda benar-benar mau melakukan ini Apakah dalam bisnis Anda, untuk mendapatkan uang secara organik bekerja untuk membangun targwt audiens? Apakah Anda peduli untuk menjual produk Anda dengan integritas, ataukah yang penting produk Anda laku di pasaran, meskipun tidak ada integritas di sana?

Ini terdengar sangat sepele. Namun, niat Anda untuk memulai bisnis akan selalu menemukan cara untuk menjadi relevan; saat Anda terjebak dengan keraguan. Saat Anda merasa kehilangan suara di tengah lautan Wirausaha yang beroperasi di ceruk serupa seperti bisnis Anda, maka memeriksa niat Anda akan memberi Anda pencerahan. Kesadaran diri adalah atribut terpenting Anda.

2. Jangan berlebihan dengan hasrat Anda

Sebelum Anda melompat pada tantangan berikutnya, kenali tubuh dan pikiran Anda lebih dari orang lain. Pada suatu saat selama periode kelelahan saya, saya duduk di depan laptop saya selama 8 jam non-stop, tidak melakukan hal-hal berarti.

Ada postingan media sosial untuk dijadwalkan, sistem bisnis untuk diotomatiskan, dan banyak seminar online atau webinar untuk dilakukan. Yang paling dibutuhkan saat itu adalah KETENANGAN. Buatlah Daftar LARANGAN, sebuah Daftar JANGAN DILAKUKAN, yang berisi hal-hal tidak begitu penting yang menguras energi Anda. Hapus beberapa tugas yang tidak begitu penting tersebut, untuk memungkinkan ketenangan dan menjaga energi Anda untuk fokus pada oekerjaan yang lebih penting.

3. Beralih ke model bisnis yang cocok untuk Anda

Sebelumnya, saya mendengarkan beberapa pelatih dan mentor bisnia yang ingin Anda melakukan hal-hal persis seperti yang mereka bayangkan, dengan cetak biru mereka, dalam bahasa yang tepat. Jika ini membuat Anda merasa ngeri, atau ingin mencoba meraih kebebasan, saya punya kabar baik untuk Anda.

Tidak apa-apa hanya melakukan pekerjaan yang membuat Anda bersemangat. Tidak apa-apa menjadi cukup berani untuk menahan diri pada produk yang tampak seperti sapi perah, tetapi mengunci Anda dalam gaya hidup yang tidak berkelanjutan. Anda perlu memeriksa mengapa Anda merasa membutuhkan ini dalam hidup Anda. Anda tidak boleh mengorbankan kesehatan atau hubungan Anda demi uang semata. Cari dan pilih bisnis yang cocok dengan jati diri Anda.

4. Kembangkan kebiasaan kecil yang berkelanjutan, alih-alih daftar tugas

Untuk waktu yang lama, saya membenci daftar tugas dan selalu menganggap penundaan lebih menarik. Bagi saya, daftar ini tidak pernah berakhir dan selalu menjadi tanda kesibukan dan kurangnya kebebasan. Jadi saya menyingkirkan semua daftar, dan apa yang menurut setiap pakar bisnis, harus saya lakukan.

Ini terdengar seperti cara yang kontroversial untuk menjadi produktif. Alih-alih berpegang teguh pada daftar tugas dan jadwal yang panjang, saya berfokus pada perubahan kecil yang dapat saya kelola secara baik.

Misalnya, bangun satu jam lebih awal dari waktu biasanya, membuat saya menyadari bahwa pikiran saya mengalir lebih baik, ketika tidak ada lagi gangguan di sekitar saya. Sebelumnya saya tidak menyadarinya, tetapi realisasi ini sekarang berguna, saat saya perlu menjadwalkan waktu untuk merencanakan program bisnis saya berikutnya.

Jadi, tanyakan pada diri Anda, “Apakah saya dapat melakukan hal ini selama 21 hari ke depan, tanpa hambatan?” Berkomitmenlah untuk melakukan langkah-langkah kecil guna membiasakan diri menghargai waktu dan energi Anda. Hasilnya, Anda akan tahu di mana batasan Anda dan bagaimana Anda dapat mengoptimalkannya secara kreatif dan produktif.

5. Carilah komunitas yang merangkul dan mendukung Jiwa Wirausaha

Jika Anda saat ini sedang menjelajahi ruang antara menjadi karyawan, dan pemilik bisnis penuh waktu; realitas syarat yang diperlukan untuk menjadi wirausaha bisa menakutkan. Ada hari-hari ketika Anda mempertanyakan panggilan hidup Anda, dan tergoda untuk berhenti karena Anda tidak melakukan penjualan. Mungkin promosi terakhir Anda gagal, meskipun semua perencanaan strategi bisnis sudah terlihat cermat.

Di saat-saat seperti ini, saya mendapati bahwa keanggotaan dalam komunitas yang merangkul dinamika kehidupan wirausaha itu bisa menghibur. Pengalaman pahit dalam bisnis Anda bisa menakutkan, menguras jiwa, dan membuat Anda ingin bersembunyi di balik selimut.

Sama seperti saat Anda merasa termotivasi untuk berbagi kesuksesan Anda, maka ketika Anda sedang kacau di bisnis, Anda membutuhkan komunitas orang-orang berpikiran sama, yang akan berkumpul di sekitar Anda dan mendorong Anda untuk tetap semangat melakukan petualangan berikutnya.

Pulih dari kelelahan saya, memang telah memakan waktu lebih dari dua tahun. Tetapi hikmah pelajarannya adalah sekarang telah melengkapi saya dengan strategi bisnis, yang saya butuhkan untuk berkembang sebagai Wirausaha Kreatif.

Nah Sahabat. Apakah Anda pernah mengalami kelelahan wirausaha? Bagaimana Anda pulih dari itu?

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (92 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

«
»

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *